Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kritik Menohok Akbar Faizal ke Gibran: Cuma Rutin Besuk Korban MBG Tapi Abaikan Bahaya AI, Sesekali Jadilah Berguna!

Kritik Menohok Akbar Faizal ke Gibran: Cuma Rutin Besuk Korban MBG Tapi Abaikan Bahaya AI, Sesekali Jadilah Berguna! Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus senior Akbar Faizal meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengambil peran lebih besar dalam sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat. Salah satu yang disorot Akbar adalah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Akbar menilai Gibran perlu menjelaskan secara lebih konkret mengenai potensi risiko AI kepada publik. Menurutnya, penyebutan teknologi tersebut dalam berbagai pernyataan perlu disertai pemahaman mengenai dampak yang mungkin ditimbulkan.

"Saudara Wapres Gibran, saya ingin anda bersikap tentang risiko mematikan teknologi AI," ujar Akbar, dikutip Jumat (2/10/2029).

Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan aktivitas Gibran dalam menangani persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya ketika terjadi kasus dugaan keracunan yang menimpa sejumlah penerima manfaat.

"Kami butuh penjelasan tentang risiko itu ketimbang rutin kunjungi anak yang keracunan makanan MBG," tegasnya.

Akbar berpendapat penanganan persoalan teknis dalam pelaksanaan MBG semestinya menjadi tanggung jawab pihak yang menjalankan program tersebut. "Biarkan itu dikerjakan staf MBG," imbuhnya.

Ia juga mempertanyakan langkah Gibran yang kerap turun langsung menemui korban persoalan MBG. Menurut Akbar, kunjungan tersebut tidak seharusnya menjadi fokus utama Wakil Presiden dalam menjalankan perannya.

"Anda tampaknya ingin menuai respek elektoral dari keruwetan program pemerintahan anda ini ketimbang ikut bertanggungjawab," terangnya.

Akbar bahkan menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang menurut pandangannya memiliki agenda tertentu. "Itu agenda jahat lho," tandasnya.

Di sisi lain, Gibran memang sebelumnya beberapa kali menyampaikan pandangan mengenai penggunaan AI. Dalam sebuah kegiatan pada Maret 2026, misalnya, ia menekankan pentingnya etika, nalar kritis, serta kewaspadaan terhadap penyalahgunaan teknologi seperti manipulasi gambar dan suara.

Baca Juga: Bonatua Klaim Ungkap Riwayat Sekolah Gibran Itu Gampang: Polisi Tinggal Cek Ini

Terkait persoalan MBG, Gibran juga pernah mengunjungi korban dugaan keracunan dan memastikan mereka mendapat penanganan. Pemerintah daerah maupun pihak terkait juga telah mengklarifikasi sejumlah informasi keliru yang beredar mengenai sikap Gibran terhadap keberlanjutan program tersebut.

Menutup pernyataannya, Akbar meminta Gibran mengambil peran yang menurutnya lebih substantif sebagai Wakil Presiden. "Sesekali jadilah berguna," kuncinya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy