Kredit Foto: Istimewa
Pengamat Politik Adi Prayitno menyoroti minimnya figur dari partai koalisi yang berani tampil membela Presiden Prabowo Subianto. Hanya Teddy Indra Wijaya yang menurut berani tampil membela presiden.
Menurut Adi, di tengah banyaknya partai yang berada dalam koalisi pemerintahan, tidak banyak pihak yang benar-benar tampil dan memasang badan untuk menjelaskan sekaligus mempertahankan kebijakan Prabowo.
Baca Juga: Semar: Arahan Pak Jokowi, Kita Dukung Prabowo-Gibran Bahkan Sampai 2034
"Kurang pasang badannya juga buat Presiden. Paling yang bela itu ya dia itu loh memberikan speak up, Teddy," ujar Adi, dikutip Jumat (2/10/2026).
Namun, Adi menilai pembelaan dari individu saja belum cukup. Menurutnya, dukungan seharusnya datang secara lebih terstruktur dari partai-partai yang menjadi bagian dari koalisi pemerintah.
Teddy menurutnya memang sempat tampil menyuarakan pembelaan terhadap Prabowo. Namun, keberanian tersebut juga memiliki konsekuensi.
"Tapi kan setelah Pak Seskab itu ngomong selalu mendapatkan protes, bullyan di mana-mana," ungkap Adi.
Kondisi tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi pejabat pemerintah ketika mencoba memberikan penjelasan atau pembelaan terhadap kebijakan Presiden.
Bagi Adi, seharusnya figur seperti sosok itu tidak dibiarkan bekerja sendirian. Partai-partai koalisi harus ikut mengambil peran dengan membangun narasi yang mampu menjelaskan kebijakan pemerintah kepada publik.
Menurutnya, dukungan politik tidak seharusnya berhenti ketika para elite partai mendapatkan posisi di pemerintahan.
Adi menilai partai pendukung pemerintah mempunyai instrumen politik yang jauh lebih besar untuk membantu pemerintahan menghadapi kritik.
Salah satunya adalah melalui para kader yang duduk di DPR. Mereka dinilai dapat menjadi bagian dari komunikasi politik pemerintah dengan memberikan penjelasan mengenai berbagai program Presiden.
Baca Juga: Dokter Tifa: Kalau Cuma Lihat 10 Menit, Dari Mana Tahu Ijazah Jokowi Itu Asli atau Tidak
"Mestinya kawan-kawan partai koalisi itu satu sisi memperkuat benteng dengan narasi-narasi yang kuat dan bahkan harus diintruksikan kepada seluruh pejabat-pejabat publiknya," kata Adi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar