Berbekal Pengalaman 39 Tahun, LippoLand Hadirkan Brentwood Villas untuk Hunian Multigenerasi
Kredit Foto: LIppoland
LippoLand memperkenalkan Brentwood Villas, produk hunian premium yang dirancang untuk menjawab perubahan aspirasi keluarga modern, khususnya kebutuhan tempat tinggal bagi keluarga multigenerasi. Mengusung konsep Vertical Villas, Brentwood Villas memadukan desain, fungsi, kualitas, dan nilai jangka panjang dalam konfigurasi hunian dua maupun tiga lantai.
Produk baru ini menjadi salah satu wujud continuous improvement atau Kaizen LippoLand dalam menerjemahkan pengalaman 39 tahun perusahaan di industri properti ke dalam produk yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.
Brentwood Villas memungkinkan dua hingga tiga generasi tinggal dalam satu rumah dengan pembagian ruang yang lebih terstruktur sesuai kebutuhan masing-masing anggota keluarga. Pada konfigurasi tiga lantai, setiap level memiliki fungsi berbeda, mulai dari ruang untuk generasi senior, area berkumpul keluarga, hingga ruang privat untuk beristirahat dan belajar.
Heritage Level pada lantai pertama disiapkan sebagai ruang bagi kakek dan nenek, sekaligus dilengkapi Service Quarter. Sementara Entertainment Level di lantai kedua menjadi pusat interaksi keluarga melalui Great Room yang menyatukan living room, dining room, dan kitchen dalam ruang yang mengalir dari bagian depan hingga belakang rumah. Area ini juga didukung pencahayaan alami, ventilasi silang, serta balkon.
Adapun Sanctuary Level di lantai ketiga dirancang sebagai ruang beristirahat dan belajar. Area ini dilengkapi Master Bedroom Suite dengan Ensuite Bath serta dua kamar anak yang masing-masing memiliki Ensuite Bathroom.
LippoLand juga menyediakan pilihan dua lantai bagi keluarga yang membutuhkan konfigurasi hunian untuk dua generasi. Di sejumlah lokasi, Brentwood Villas menawarkan pengalaman berbeda melalui pemandangan gunung, danau, maupun lapangan golf.
Konsep tersebut menjadi dasar penamaan Brentwood Villas sebagai “Vertical Villas”, yakni pendekatan yang membawa pengalaman tinggal di vila ke dalam konfigurasi vertikal, sekaligus memungkinkan kehidupan multigenerasi berlangsung dalam satu rumah dengan ruang yang dirancang lebih fungsional.
CMO LippoLand Jopy Rusli mengatakan, pengembangan Brentwood Villas didasarkan pada perubahan cara konsumen memandang sebuah hunian.
“Rumah saat ini tidak lagi hanya dinilai dari luas atau lokasinya. Konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana sebuah rumah mendukung kehidupan sehari-hari. Brentwood Villas kami hadirkan untuk menjawab perubahan tersebut melalui kombinasi desain, functionality, quality, dan enduring value,” ujar Jopy.
Untuk menghadirkan konsep tersebut, LippoLand menggandeng dua desainer dengan keahlian yang saling melengkapi, yakni Alex Bayu dari Genius Loci sebagai home designer dan Stephen Flynn dari Sheils Flynn Asia sebagai landscape designer.
Alex Bayu merancang Brentwood Villas dengan pendekatan human-centered design, dengan perhatian pada tata ruang, sirkulasi, pencahayaan, hubungan ruang dalam dan luar, serta fleksibilitas ruang mengikuti perkembangan kebutuhan penghuni.
Sementara Stephen Flynn, arsitek lanskap dari Sheils Flynn Asia yang berbasis di London, menghadirkan pendekatan lanskap yang melengkapi karakter arsitektur dan lingkungan Brentwood Villas. Dengan demikian, pengalaman hunian tidak hanya berhenti pada bangunan, tetapi juga mencakup hubungan dengan ruang luar dan lingkungan sekitar.
LippoLand akan memperkenalkan Brentwood Villas di tujuh lokasi di Indonesia. Kendati setiap lokasi memiliki karakter pasar dan komunitas berbeda, seluruh pengembangan akan membawa filosofi desain dan standar kualitas yang sama.
“Brentwood Villas bukan sekadar produk baru. Ini merupakan bagian dari bagaimana LippoLand memasuki babak berikutnya: semakin memahami konsumen, semakin cermat menerjemahkan aspirasi mereka ke dalam desain, serta terus meningkatkan kualitas pengalaman hunian yang kami hadirkan,” kata Jopy.
Memperkuat Peran sebagai Property Enabler
Kehadiran Brentwood Villas tidak terlepas dari perjalanan LippoLand yang memasuki usia ke-39 di industri properti Indonesia. Perjalanan perusahaan dimulai pada 1987 melalui pembangunan Lippo City dan kemudian Lippo Village, sebelum berkembang melalui berbagai kawasan dan produk yang menjangkau beragam segmen masyarakat.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan, 39 tahun pengalaman tersebut menjadi modal sekaligus tanggung jawab bagi perusahaan untuk terus memahami perubahan kebutuhan masyarakat.
“Selama 39 tahun, LippoLand tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, kami tidak hanya ingin melihat bagaimana industri properti berkembang, tetapi juga bagaimana kami dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam persoalan perumahan,” ujar David.
Salah satu tantangan yang masih dihadapi Indonesia adalah kebutuhan hunian yang terjangkau. Dengan backlog kepemilikan rumah sekitar 9 juta keluarga, penyediaan hunian dinilai membutuhkan kontribusi dari seluruh ekosistem, mulai dari pengembang, perbankan hingga pemerintah.
LippoLand sebelumnya telah mengembangkan hunian dengan harga mulai sekitar Rp100 juta dan skema cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan. Produk dalam segmen tersebut telah terjual sekitar 5.000 unit.
Menurut David, angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan hunian masih sangat besar sehingga tidak dapat dijawab oleh satu perusahaan saja.
“Yang dapat kami lakukan adalah menggunakan pengalaman selama 39 tahun untuk mencoba menghadirkan dan menjadi inspirasi bagi solusi yang relevan,” kata David.
Kontribusi LippoLand juga diwujudkan melalui penghibahan lahan seluas sekitar 30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat dan kepentingan yang lebih luas.
Di sisi lain, perjalanan LippoLand turut ditopang ekosistem mitra, mulai dari perbankan, konsultan, tenaga penjual, perencana, kontraktor hingga penyedia layanan kota. Kemitraan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kawasan dan menciptakan nilai bagi masyarakat.
Pada 2025, LippoLand mencatat pra-penjualan sebesar Rp5,32 triliun dengan penjualan 6.047 unit. Portofolio perusahaan mencakup berbagai segmen, mulai dari Essential dan Affordable hingga Premium dan Ultra Luxury.
Pengalaman tersebut juga menjadi dasar bagi LippoLand untuk membaca potensi pasar hunian menengah, khususnya pada rentang harga sekitar Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar.
David mengatakan, persaingan pada segmen tersebut menuntut pengembang untuk mengolah pengalaman yang dimiliki agar mampu menghadirkan kombinasi desain, kualitas, harga, dan pembiayaan yang sesuai kebutuhan konsumen.
“Di market Rp1 miliar sampai di bawah Rp2 miliar, hampir semua pengembang bermain. Karena itu, kami harus kreatif dan menggunakan kembali seluruh pengalaman 39 tahun kami dalam menyediakan hunian,” ujarnya.
Memasuki usia ke-39, LippoLand kini memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler. Kehadiran Brentwood Villas menjadi salah satu langkah perusahaan menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam produk yang mengedepankan desain dan kualitas sekaligus menjawab perubahan kebutuhan keluarga Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: