Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah Indonesia optimistis Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat ditandatangani tahun ini. Kesepakatan dagang tersebut diharapkan ikut membuka peluang lebih besar bagi perdagangan dan investasi, termasuk dari Jerman.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan IEU-CEPA menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa.
Setelah penandatanganan, pemerintah menargetkan proses ratifikasi dapat berjalan sehingga implementasinya dimulai pada awal 2027.
“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi (dari) Jerman,” ujar Airlangga saat memberikan Congratulatory Remarks pada German Unity Day 2026 di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Dorongan terhadap IEU-CEPA datang di tengah upaya pemerintah memperkuat hubungan ekonomi dengan Jerman. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jerman tercatat sekitar US$6,11 miliar.
Jerman juga menjadi salah satu mitra industri penting Indonesia. Airlangga menyebut lebih dari 250 perusahaan multinasional asal Jerman telah beroperasi di Indonesia.
“Masih terdapat ruang untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, mulai dari industri dan infrastruktur, perdagangan dan investasi, energi, transformasi digital, kesehatan, life sciences, hingga pengembangan sumber daya manusia,” Katanya mengutip dari laman resmi, Sabtu, (3/4/2026).
Peluang kerja sama juga terbuka di sektor teknologi dan energi. Indonesia melihat potensi kolaborasi dengan Jerman dalam pengembangan energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, infrastruktur digital, serta pembiayaan berkelanjutan.
Baca Juga: Kemenkop Bongkar Alasan Manajer KDKMP Tak Ditempatkan Sesuai Domisili, 85% Sudah Setuju
Di sisi lain, kerja sama pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan juga terus didorong. Kerja sama tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk bekerja di Jerman.
Penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jerman juga didukung sejumlah mekanisme bilateral, termasuk Indonesia–Germany Joint Economic Commission (JEIC) dan Just Energy Transition Partnership (JETP).
“Momentum hubungan kedua negara semakin kuat setelah kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara kembali menegaskan komitmen memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan,” katanya.
Dengan IEU-CEPA yang diharapkan segera rampung, pemerintah melihat peluang untuk membuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Jerman dan Uni Eropa tidak berhenti pada hubungan perdagangan, tetapi juga mendorong keterlibatan bisnis dan investasi yang lebih luas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Istihanah
Tag Terkait: