Di Balik Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo: Kekuasaan Itu Tak Pernah Bercerita...
Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Pelantikan Pengamat Politik Rocky Gerung terus menjadi sorotan karena ia diangkat sebagai anggota dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Presiden Prabowo Subianto. Apalagi ia dikenal selama bertahun-tahun sebagai salah satu pengkritik tajam pemerintah dan figur yang kerap menyampaikan pandangan kontroversial mengenai kekuasaan.
Pengamat Politik Adi Prayitno melihat perpindahan posisi akademisi tersebut dari luar pemerintahan ke lingkaran kekuasaan sebagai fenomena yang menarik untuk dibaca dari perspektif politik. Menurut Adi, perubahan tersebut memperlihatkan bahwa kekuasaan memiliki cara tersendiri untuk menarik berbagai figur ke dalam orbitnya.
Baca Juga: Jokowi Diam-diam Sudah 'Kantongi' Semua Parpol: Dia Paham Cara Main Demokrat, NasDem, PKB hingga PKS
"Kekuasaan itu tak pernah bercerita. Tak perlu dimusuhi. Ia datang begitu saja. Tapi bisa ‘merusak iman politik’ semua orang," kata Adi Prayitno, dikutip Minggu (4/10/2026).
Namun Adi mengingatkan bahwa kekuasaan bisa merusak pendirian seseorang termasuk Rocky. Ia khawatir akademisi tersebut berubah sikap karena telah mendapatkan jabatan dari pemerintah terkini.
Adi bahkan mengingatkan agar istilah-istilah filosofis tidak sekadar digunakan sebagai pembenaran ketika seseorang akhirnya memilih masuk ke dalam lingkaran kekuasaan.
"Dan tak perlu mengutip istilah-istilah filosofis jika hanya sekedar ingin ikut nikmati kekuasaan. Fenomena akhir zaman memang begitu," tuturnya.
Rocky sendiri resmi dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (2/10/2026). Hal itu dilakukan bersama sejumlah tokoh lainnya sebagai anggota Wantimpres.
Masuknya Rocky ke dalam pemerintahan kemudian memunculkan pertanyaan mengenai apakah posisi baru tersebut akan mengubah sikap politiknya. Namun, Rocky memastikan dirinya tidak merasa berubah hanya karena kini bekerja dari dalam Istana.
"Ya kan cuman pindah, saya cuman pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Udah," kata Rocky.
Ia menjelaskan bahwa posisi penasihat presiden memiliki karakter yang berbeda dengan jabatan teknis di pemerintahan. Menurut Rocky, Presiden Prabowo memberikan pesan khusus bahwa dewan tersebut memiliki kedudukan etis, bukan teknis.
Baca Juga: Ustadz Raja: Gibran Jadi Wapres Bermodalkan Suket, Kami Orang Kampung Lelah Didik Anak Sampai SLTA
"Pesan khusus diberikan oleh bapak presiden bahwa dewan pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Apa itu kedudukan etis? Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan itu supaya sesuai dengan visi Presiden," ujar Rocky.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: