Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Selamatkan dr. Tifa dan Roy Suryo, Kepala Bakom Syahganda Ungkap Lobi ke Lingkaran Prabowo

Selamatkan dr. Tifa dan Roy Suryo, Kepala Bakom Syahganda Ungkap Lobi ke Lingkaran Prabowo Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tokoh pergerakan Syahganda Nainggolan mengungkap perannya di balik polemik yang melibatkan dr. Tifa dan pakar telematika Roy Suryo terkait analisis keaslian sebuah ijazah.

Syahganda mengaku melakukan lobi kepada lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto untuk mencegah terjadinya kriminalisasi atau penangkapan terhadap mereka. Upaya tersebut, menurut Syahganda, dilakukan karena ia menilai aktivitas yang dilakukan Tifa dan Roy Suryo merupakan bagian dari riset terhadap dokumen yang telah beredar di ruang publik.

Hal itu diungkapkan Syahganda saat berbincang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun dalam siniar yang ditayangkan pada 3 Oktober 2026.

Syahganda mengatakan dirinya tidak langsung menyampaikan persoalan tersebut kepada Prabowo. Ia terlebih dahulu menitipkan pesan melalui elite yang memiliki akses langsung kepada presiden.

Saat ditanya mengenai sosok yang menjadi penghubung, Syahganda awalnya tidak menyebut nama secara langsung. Ia kemudian merujuk pada empat tokoh yang disebutnya sebagai orang-orang terdekat Prabowo.

"Hanya empat orang yang dekat dengan Prabowo... yaitu Sjafrie Sjamsoeddin, Dasco, Teddy, dan Hashim (Djojohadikusumo). Itu yang sudah jelas the big four. Nah, kira-kira kalau sudah urusan begini pasti di antara mereka," ungkap Syahganda.

Ketika Refly Harun mengerucutkan sosok yang dimaksud kepada Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Syahganda mengiyakan.

Dalam komunikasi tersebut, Syahganda mengaku menyampaikan argumen bahwa Tifa dan pihak lainnya sedang melakukan riset terhadap sebuah dokumen yang sebelumnya telah diunggah ke ruang publik.

"Saya mengatakan bahwa ini Tifa sedang riset tentang satu ijazah yang di-upload oleh orang. Nah, dia membuktikan ijazah yang di-upload itu palsu. Di situ salahnya di mana dia melakukan riset? Akhirnya orang ini (elite Istana) paham, dan dia salah satu yang membela di depan Presiden Prabowo bahwa tidak perlu ada penangkapan terhadap Tifa dan teman-teman," papar Syahganda.

Menurut Syahganda, langkah tersebut merupakan bagian dari sikap yang ingin dipertahankannya meski saat ini ia kerap dipersepsikan dekat dengan pemerintahan Prabowo.

Ia menyebut posisinya di "lingkaran pinggir" kekuasaan justru dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi dan menjaga ruang bagi kelompok kritis. Syahganda menilai kebebasan berpendapat tetap perlu dijaga agar kritik maupun riset independen tidak berujung pada tindakan represif.

Bagi Syahganda, kedekatan dengan sejumlah pihak di pemerintahan tidak berarti dirinya harus kehilangan sikap kritis. Ia mengaku tetap ingin menggunakan akses komunikasi tersebut untuk menyampaikan pandangan ketika menemukan persoalan yang dinilai berkaitan dengan kepentingan publik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat