Dokter Tifa Sejak Awal Dukung Prabowo, tapi Ada Satu Hal yang Bikin Jengkel...
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali ditegaskan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. Namun, di tengah dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo, ia menyebut ada satu hal yang sejak awal membuatnya merasa jengkel, yakni keputusan Gibran Rakabuming Raka menjadi Wakil Presiden.
"Sejak tanggal 14 Oktober 2024 10 hari sebelum pelantikan beliau sebagai Presiden, saya nyatakan: saya mendukung beliau sepenuhnya," tulis Dokter Tifa di akun X, dikutip Senin (5/10/2026).
Ia mengatakan dukungan tersebut diberikan terhadap program kerja Presiden yang dinilai bersesuaian dengan UUD 1945. Namun, Dokter Tifa juga menyatakan akan tetap mengkritik pelaksanaan program apabila dinilai menyimpang atau berpotensi menimbulkan dampak buruk.
Baca Juga: Banyak Pihak yang Ingin Makzulkan Gibran Sejak Dilantik, Kata Mardiansyah
"Program kerja Presiden yang bersesuaian dengan UUD 1945, sepenuhnya saya dukung," ujarnya.
"Pelaksanaan program yang melenceng, akan saya ingatin. Yang berpotensi gagal, saya bantu benerin. Yang lebih banyak mudharat, saya teriakin. Begitulah warga negara yang baik," lanjut dia.
Meski menyatakan dukungan terhadap Prabowo, Dokter Tifa kemudian mengungkap satu persoalan yang menurutnya masih mengganjal.
"Satu hal yang bikin jengkel cuma: kenapa Gibran yang jadi Wapres?" ungkap Dokter Tifa.
Ia bahkan menyelipkan kalimat bernada sindiran dalam unggahannya tersebut.
Baca Juga: Tanpa Jokowi dan Gibran, Prabowo Disebut Tidak Mungkin Menang
"Sambil nulis ini saya nyanyi (dengan nada refrain iklan susu bendera). Rasa penat, hidup berat, dunia gelap. Fufufafa makzulin aja!" pungkasnya.
Unggahan itu merespons kembali pernyataan Dokter Tifa pada 14 Oktober 2024. Saat itu, ia mengaku sangat mendukung Prabowo menjadi Presiden RI setelah penantian sejak 2014.
"Saya 99,9% sangat mendukung dan senang, akhirnya Pak @prabowo insyaAllah jadi Presiden RI, setelah penantian sejak 2014," tutur Dokter Tifa.
Dalam unggahan tersebut, ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang sebelumnya ia dukung dalam Pilpres tidak mengubah sikapnya terhadap Prabowo yang akan menjadi Presiden.
"Terlepas dari siapa yang saya dukung pada Pilpres kemarin, faktanya Pak Prabowo akan menjadi Presiden. Dan dari dulu saya sudah sampaikan, no problem buat saya untuk Pak Prabowo jadi Presiden. Bahkan di tengah ancaman Perang Dunia III yang sudah di depan mata, selalu saya katakan dari dulu, Pak Prabowo adalah Presiden paling tepat saat ini," ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri