Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat: Jokowi Merasa Terisolasi dan Ditinggalkan

Pengamat: Jokowi Merasa Terisolasi dan Ditinggalkan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai belum bisa langsung dimaknai sebagai tanda berakhirnya hubungan politik dengan Presiden Prabowo Subianto. Namun, pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa melihat ada arah lain yang mulai dibangun Jokowi di tengah dinamika politik belakangan ini.

“Apakah kemudian ini tandanya dia pisah jalan dengan Prabowo? Saya tidak ingin mengatakan pisah jalan, tapi dia sedang membangun jalannya sendiri, jalannya yang baru,” kata Hensa dalam tayangan YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Senin (5/10/2026).

Hensa kemudian menyoroti keputusan Jokowi memperlihatkan posisinya sebagai bagian dari PSI pada September 2026. Momentum tersebut, menurutnya, muncul ketika pembahasan mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold juga tengah menjadi perhatian.

Baca Juga: Tanpa Jokowi dan Gibran, Prabowo Disebut Tidak Mungkin Menang Pilpres

Dari situ, Hensa menduga Jokowi merasa ruang politiknya semakin terbatas hingga muncul dorongan untuk menunjukkan kembali kekuatan politik yang dimilikinya.

“Kenapa Pak Jokowi kemudian mengumumkan September 2026 ini bahwa dia menjadi bagian dari PSI? Ini karena dia merasa terisolasi. Menurut catatan saya, dia merasa terisolasi, ditinggalkan,” ujar Hensa.

Bagi Hensa, bergabungnya Jokowi dengan PSI tidak hanya soal status keanggotaan partai. Langkah tersebut dinilainya juga menjadi sinyal bahwa Jokowi masih memiliki kendaraan politik dan kekuatan yang dapat diperhitungkan.

Baca Juga: Dosen IPB Prediksi Akhir Gugatan Gibran di MK

“Dia merasa ingin dilihat sebagai kekuatan baru yang tidak bisa dianggap remeh. Oke, lu bisa mengisolasi gue, tidak ikutan bicarakan threshold, tapi jangan meremehkan saya. Saya punya kendaraan, dan ini bisa jadi kekuatan baru,” urai Hensa.

Menurutnya, rangkaian langkah tersebut memperlihatkan upaya Jokowi menegaskan keberadaan PSI sebagai kekuatan politik baru. Kekuatan itu dinilai tidak ingin ditempatkan sekadar sebagai pelengkap dalam peta politik nasional.

“Dengan Pak Jokowi mengumumkan dia menjadi anggota PSI, maka dia mengumumkan bahwa jangan remehkan kekuatan baru ini, dan ini adalah kekuatan baru yang siap menandingi kekuatan-kekuatan politik yang sudah ada,” tambah Hensa.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: