Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dokter Tifa Sebut Perombakan Besar-Besaran Polri Berkaitan dengan Kasus Ijazah Jokowi

Dokter Tifa Sebut Perombakan Besar-Besaran Polri Berkaitan dengan Kasus Ijazah Jokowi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Terdakwa dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, menyoroti perombakan besar-besaran di tubuh Polri yang mencakup pergantian Kapolri, Kapolda Metro Jaya, hingga Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.

Pada 1 Oktober 2026, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi digantikan oleh Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Sehari kemudian, Kapolri baru melakukan rotasi sejumlah jabatan strategis, termasuk Kapolda Metro Jaya dari Asep Edi Suheri kepada Dadang Hartanto, serta Dirreskrimum Polda Metro Jaya dari Imam Imanuddin kepada Imron Ermawan.

Baca Juga: Ramai Dikaitkan dengan Manuver 2029, Ganjar Akhirnya Beberkan Topik Obrolannya dengan Anies

Menurut Dokter Tifa, para pejabat Polri yang diganti tersebut berkaitan dengan penanganan laporan yang dilayangkan Jokowi terhadap dirinya terkait tudingan ijazah palsu.

"KAPOLRI GANTI, KAPOLDA METRO JAYA GANTI, DIRESKRIMUM GANTI. Semua yang mengawal Laporan Polisi Jokowi kepada saya, karena saya membongkar ijazahnya," tulisnya  di akun X pribadinya, dikutip Senin (5/10).

"Yang periksa saya mulai jadi Saksi, Terlapor, Tersangka, sampai jadi Terdakwa, Ganti semua. Mantap jiwa," tandasnya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Polri sehari setelah resmi dilantik.

Perombakan tersebut dilakukan melalui mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira yang terdiri atas 78 Perwira Tinggi (Pati) dan 10 Perwira Menengah (Pamen).

Mutasi itu menyasar sejumlah posisi strategis di Mabes Polri maupun wilayah. Tercatat sebanyak 14 Pejabat Utama Mabes Polri dan 19 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) mengalami pergantian.

Seluruh posisi Kapolda di Pulau Jawa, mulai dari Banten, Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur, juga diisi oleh figur baru.

Mutasi besar-besaran tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Baca Juga: Di Balik Duet Gibran-KDM 2029, Guntur Romli Curiga Ada Upaya Adu Domba

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.

"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya