Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Pengelola jaringan bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) kembali mencuri perhatian, setelah harga sahamnya melonjak tajam dalam beberapa hari perdagangan. Dengan adanya kejadian itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham BLTZ dalam radar pengawasan karena mengalami Unusual Market Activity (UMA).
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan mengatakan, pengumuman UMA tidak serta-merta berarti telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal. Namun, BEI saat ini tengah mencermati pola transaksi saham BLTZ.
“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut,” tulis Endra dalam keterangan resmninya, seperti diberitakan Senin (5/10/2026).
Lonjakan saham BLTZ terlihat dalam empat sesi perdagangan berturut-turut. Bahkan, saham perseroan terus menyentuh Auto Rejection Atas (ARA). Rinciannya:
- 30 September: Rp2.310, naik 24,53%
- 1 Oktober: Rp2.880, naik 24,68%
- 2 Oktober: Rp3.600, naik 25%
- 5 Oktober: Rp4.500, naik 25%
Jika dibandingkan dengan harga pembukaan pada 30 September 2026 sebesar Rp1.855, saham BLTZ telah melonjak 142,59% hanya dalam empat sesi perdagangan.
Baca Juga: BEI Gembok Dua Emiten, Salah Satunya PTPP
Baca Juga: IPO 2026 di BEI Masih Sepi: Baru 7 Perusahaan yang Melantai
Kenaikan tersebut membuat pergerakan saham BLTZ semakin menjadi perhatian BEI, terutama karena lonjakan harga berlangsung secara beruntun hingga menyentuh batas kenaikan harian.
BEI Minta Investor Waspada
Endra mengimbau investor tidak hanya mengikuti pergerakan harga saham, tetapi juga mencermati informasi yang disampaikan perusahaan.
Lalu, investor diminta memperhatikan jawaban BLTZ atas permintaan konfirmasi dari Bursa, sekaligus menelaah kinerja perusahaan dan keterbukaan informasi yang tersedia.
Dia juga mengingatkan investor untuk mencermati rencana aksi korporasi perseroan, terutama jika aksi tersebut belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Bursa menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi sebelum investor mengambil keputusan investasi," pungkas dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: