Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mesin Industri RI Dibayangi Ketertinggalan, Kemenperin Turun Tangan Audit

Mesin Industri RI Dibayangi Ketertinggalan, Kemenperin Turun Tangan Audit Kredit Foto: Polychem Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan audit terhadap mesin yang digunakan industri nasional. Hasil audit tersebut akan menjadi bahan untuk menentukan mesin yang perlu diperbarui atau di-upgrade.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengatakan pembaruan mesin menjadi salah satu hal yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji.

Menurut dia, Kemenperin akan terlebih dahulu melakukan audit terhadap kondisi mesin di sektor industri sebelum menentukan prioritas pembaruan.

"Yang penting kan diminta audit dulu, baru kita review, dan kita siapkan prioritasnya mesin itu," kata Setia saat ditemui di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Setia mengatakan pembaruan mesin tidak diarahkan hanya pada satu sektor industri. Kemenperin akan melihat kebutuhan mesin di berbagai sektor sebelum menentukan jenis mesin yang menjadi prioritas.

"Mesin di semua sektor gitu kan? Nanti yang penting kan diminta audit dulu, baru kita review, dan kita siapkan prioritasnya mesin jenis apa," ujarnya.

Baca Juga: Kemenperin Soroti Industri Mainan RI, Ekspor Tumbuh tapi Produk Lokal Belum Maksimal Terserap

Baca Juga: Industri Tekstil Tumbuh 6,36 Persen, AGTI Harap Menperin Sarmuji Jaga Momentum

Baca Juga: Kemenperin Ungkap Tantangan IKM Fesyen, Produk Bagus Belum Tentu Laku

Setia belum merinci sektor industri maupun jenis mesin yang nantinya masuk dalam daftar prioritas.

Rencana tersebut sejalan dengan agenda Kemenperin yang sebelumnya telah memasukkan restrukturisasi mesin dan peralatan industri sebagai salah satu program prioritas.

Kemenperin juga sebelumnya menyoroti masih terbatasnya kemampuan industri nasional dalam memproduksi mesin dan tingginya ketergantungan terhadap mesin impor.

Kemenperin mendorong pengembangan kemampuan industri dalam negeri untuk memproduksi mesin yang dibutuhkan sektor manufaktur melalui konsep machine making machine. Pengembangan tersebut antara lain diarahkan melalui Indonesia Manufacturing Center (IMC) di Purwakarta yang menjadi wadah pengembangan teknologi, rekayasa manufaktur, dan inovasi mesin industri.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan