Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Melemah ke Rp17.917, Impor BBM Jadi Sorotan

Rupiah Melemah ke Rp17.917, Impor BBM Jadi Sorotan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (5/10/2026). Mata uang Garuda terparkir ke level Rp17.917 per dolar AS, atau melemah 35 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp17.882.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan sejak konflik di Timur Tengah kembali bergejolak, Indonesia telah kehilangan sekitar 25% sumber pasokan impor bahan bakar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mencari sumber pasokan minyak dari negara lain guna menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Sejalan dengan kondisi tersebut, pemerintah kini melakukan hunting atau pencarian langsung ke negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok BBM untuk menjaga ketahanan pasokan nasional. Mekanisme pengadaan BBM yang sebelumnya dilakukan melalui lelang kini menghadapi kendala karena minimnya peserta.

Oleh karena itu, pemerintah bersama Pertamina mencari sumber pasokan alternatif secara langsung dari negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok. Strategi tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh BBM dengan harga yang berpotensi lebih tinggi dibandingkan mekanisme pengadaan normal. 

"Namun, langkah ini diperlukan untuk memastikan stok BBM nasional tetap tersedia di tengah ketidakpastian pasokan global," kata dia kepada wartawan.

Menurutnya ada dua prioritas pemerintah dalam menghadapi kondisi tersebut. Pertama, menjaga harga BBM subsidi, khususnya solar dan bensin, agar tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Kedua, pemerintah memastikan ketahanan stok BBM nasional tetap berada pada level 18–20 hari.

Baca Juga: Lelang BBM Sepi Peminat, Pemerintah Cari Alternatif dengan Harga Lebih Mahal

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Pangkas 25% Sumber Impor BBM, ESDM Cari Alternatif

Dengan demikian, apabila terjadi antrean BBM di sejumlah wilayah, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan pada ketahanan stok nasional. Antrean BBM dapat terjadi akibat kendala distribusi di lapangan.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi distribusi adalah kondisi El Niño yang berpotensi mengganggu jalur pengiriman BBM, terutama melalui sungai. Ketika kondisi sungai mengering, pengiriman BBM dapat dialihkan menggunakan truk sehingga proses distribusi membutuhkan waktu lebih lama.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra