Listyo Dinaikkan untuk Dijinakkan, 'Kaki-Kaki' Kekuasaan Jokowi Pelan-Pelan Dipreteli
Kredit Foto: Istihanah
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika menilai posisi mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) justru memperlihatkan pelemahan pengaruhnya.
Menurut Gede Pasek, Sigit yang sebelumnya memegang kendali penuh atas ratusan ribu personel Polri hingga level desa, kini ruang geraknya terbatas hanya di sekitar Istana.
“Dinaikkan untuk dininabobokan. Bahkan untuk Listyo Sigit, kurang dari 24 jam sejak diganti, 19 pasukan inti pemegang teritorialnya dirotasi tanpa sempat konsolidasi ulang,” tegas Gede Pasek.
Ia menjelaskan bahwa perombakan struktur Polri dan isolasi terhadap para loyalis Jokowi menjadi sinyal kuat. Melalui langkah tersebut, transisi kekuasaan menuju “era matahari tunggal” di bawah kendali penuh Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin sempurna.
Kondisi ini juga berdampak pada posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gede Pasek menilai peran Gibran makin tereduksi menjadi sekadar aksesoris kekuasaan.
Akibatnya, Gibran terpaksa mencari celah manuver sendiri di tengah isu persyaratan pencalonan yang terus digugat.
Meski demikian, Gede Pasek mengingatkan bahwa kekuatan politik “Jokowisme” tidak mudah dipatahkan. Rekam jejak kemenangan politik yang panjang masih menjadi modal penting.
"Kemelut bola liar akan bisa mengubah banyak hal. Akan tetap menarik ke depannya permainan puzzle politik ini, bisa makin melebar bisa juga malah terjadi kompromi,” pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: