Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bantah Isu Puan Maharani Gantikan Gibran, PDIP Tuding Kubu Jokowi Lempar Manuver Hoaks

Bantah Isu Puan Maharani Gantikan Gibran, PDIP Tuding Kubu Jokowi Lempar Manuver Hoaks Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons keras kemunculan narasi publik yang menyebutkan bahwa Puan Maharani akan menduduki kursi Wakil Presiden apabila Gibran Rakabuming Raka didiskualifikasi dari jabatannya dalam gugatannya di Mahkamah Konstitusi (MK).

Juru Bicara PDIP, Mohamad Guntur Romli, secara tegas menyatakan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Pihaknya menuding isu ini sengaja diembuskan oleh kubu Joko Widodo (Jokowi) untuk memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

"Itu hoaks, kalau Fufufafa didiskualifikasi yang akan mengganti adalah Mbak Puan, saya pastikan itu hoaks," kata Guntur Romli dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2026).

Guntur menilai, pelemparan wacana Puan Maharani sebagai kandidat pengganti wapres hanyalah taktik politik.

Langkah tersebut diduga bertujuan untuk menggiring opini publik seolah-olah berbagai rentetan gugatan hukum terkait syarat administrasi Gibran di Mahkamah Konstitusi merupakan manuver yang diotaki oleh PDIP demi merebut kursi kekuasaan.

Ia meluruskan bahwa jika skenario diskualifikasi benar-benar terjadi, kandidat pengganti posisi wakil presiden secara logis akan berasal dari partai-partai penyokong utama di dalam koalisi pemerintahan saat ini, bukan dari PDIP.

"Alternatif pengganti wapres adalah anggota koalisi terbesar, bisa Golkar atau Demokrat. Ini Jokowi lagi mau nyolek-nyolek PDIP saja," tegas Guntur.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi PDIP untuk menjaga jarak dari polemik hukum yang tengah dihadapi Gibran, serta menepis adanya skenario terselubung dari internal partai untuk mengambil alih kursi orang nomor dua di republik ini.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat