Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti besaran gaji anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang mencapai Rp76,5 juta per bulan.
Menurut Ardianto, hal tersebut bisa menjadi salah satu alasan Rocky Gerung, yang selama ini dikenal vokal mengkritik pemerintah, bersedia bergabung ke dalam lingkaran kekuasaan.
Baca Juga: Dulu Kritik Tajam, Rocky Gerung Kini Disebut 'Bekerja Agar Rakyat Pahami Presiden'
"Pantesan Rocky Gerung mau ya?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (5/10).
Sebagai informasi, di luar gaji sebesar Rp76,5 juta per bulan, Ketua dan Anggota Wantimpres juga memperoleh berbagai fasilitas kedinasan yang disetarakan dengan menteri negara. Fasilitas tersebut meliputi kendaraan dinas, jaminan kesehatan, rumah dinas, hingga dukungan operasional lainnya.
Seluruh hak keuangan dan fasilitas penunjang bagi anggota Wantimpres bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Sekretariat Negara.
Sebelumnya, Rocky Gerung resmi dilantik sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026).
Struktur Wantimpres yang baru dipimpin oleh Pratikno sebagai Ketua, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris.
Rocky dilantik bersama 25 tokoh nasional lainnya, di antaranya Quraish Shihab, Shinta Nuriyah Wahid, Chairul Tanjung, hingga Budi Gunawan.
Menanggapi sorotan publik terkait bergabungnya dirinya ke dalam lingkungan Istana, Rocky menegaskan bahwa posisi barunya tidak akan mengubah sikap kritis yang selama ini dikenal publik.
Ia menyebut hanya berpindah dari luar ke dalam sistem pemerintahan untuk menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan pertimbangan dari sudut pandang etis.
Baca Juga: Rocky Gerung Paling Getol Mengkritik Jokowi, Sekarang Satu Atap dengan Pratikno dan Anwar Usman
Menurut Rocky, tugas tersebut penting agar kebijakan pemerintah tetap sejalan dengan visi kesejahteraan rakyat serta janji-janji yang disampaikan Presiden saat kampanye.
"Kita mengawasi arah dari kebijakan supaya sesuai dengan janji Presiden pada waktu kampanye, sesuai dengan tema yang diinginkan oleh Presiden," ujarnya setelah dilantik di Istana Negara.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: