Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Sekadar Duduk di Istana, Listyo Sigit Bidik ‘Bottleneck’ yang Hambat Program Prabowo

Bukan Sekadar Duduk di Istana, Listyo Sigit Bidik ‘Bottleneck’ yang Hambat Program Prabowo Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jenderal Listyo Sigit Prabowo membawa target besar setelah resmi menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Mantan Kapolri itu ingin KSP bergerak cepat mengurai berbagai sumbatan birokrasi yang berpotensi menghambat realisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Listyo menilai kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi bagian penting dari tugas KSP. Menurut dia, lembaga tersebut harus mampu membantu Presiden ketika terdapat persoalan yang membuat pelaksanaan program pemerintahan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Hal itu disampaikannya saat serah terima jabatan Kepala KSP di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Listyo menegaskan kesiapannya melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan Dudung Abdurrahman.

Listyo juga menyampaikan pesan yang diterimanya dari Dudung sebelum resmi mengambil alih jabatan tersebut. Dudung mengingatkan bahwa posisi Kepala KSP membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan dalam situasi yang menuntut langkah cepat dan tepat.

“Beliau sampaikan pesan yang penting di situasi yang mengharuskan mengambil langkah yang cepat dan tepat membantu Bapak Presiden. Fungsinya adalah bagaimana keberanian mengambil keputusan,” ungkap Listyo.

Bagi Listyo, persoalan yang menghambat jalannya program pemerintah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena itu, ia menargetkan KSP mampu menemukan titik-titik sumbatan atau bottleneck yang membuat program Presiden tersendat.

“Untuk kepentingan negara dan bangsa tentunya kita siap untuk melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan, mengambil keputusan, sehingga kemudian bottleneck permasalahan-permasalahan yang selalu ada, dan mengganggu program Bapak Presiden bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Target tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Listyo ingin KSP memiliki peran aktif dalam mengawal implementasi kebijakan. Tidak hanya memantau persoalan, KSP dituntut membantu memastikan hambatan yang muncul dapat segera diselesaikan.

Listyo juga telah menyiapkan pembagian peran di internal KSP. Ia mengatakan jajaran staf ahli akan lebih banyak menangani kajian teknis dan pemikiran strategis, sedangkan dirinya akan mengambil peran dalam pengambilan keputusan serta membangun konektivitas.

“Jadi kalau urusan yang pinter-pinter biar anak buah saya, kalau urusan konek biar saya,” ucap Listyo.

Baca Juga: Resmi Jabat Kepala KSP, Listyo Sigit Lempar Candaan Khas: 'Kantornya Lebih Kecil Tapi...

Dengan pola tersebut, Listyo ingin kemampuan teknis dan strategis para staf dapat berjalan beriringan dengan kemampuan pimpinan dalam membangun komunikasi serta mengambil keputusan. Kombinasi itu diharapkan membuat respons KSP terhadap persoalan pemerintahan menjadi lebih cepat.

Listyo sendiri baru saja berpindah dari posisi Kapolri ke KSP. Ia resmi dilantik Presiden Prabowo pada 1 Oktober 2026 bersama sejumlah pejabat baru dalam pemerintahan.

Pergantian tersebut juga diikuti perubahan pada posisi lain. Dudung Abdurrahman yang sebelumnya menjabat Kepala KSP kini menjadi Menko Polkam menggantikan Djamari Chaniago, sedangkan jabatan Kapolri yang ditinggalkan Listyo kini diemban Jenderal Suyudi Ario Seto.

Dengan pengalaman memimpin Polri dan mandat baru di lingkungan Istana, Listyo kini dituntut membuktikan targetnya. Tantangan utamanya adalah memastikan berbagai persoalan birokrasi yang menghambat program prioritas Presiden dapat diurai sehingga kebijakan tidak berhenti pada tahap perencanaan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama