Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rhenald Kasali Wanti-wanti Dedi Mulyadi, Ada Risiko Besar di Balik Proyek Data Center Jatiluhur

Rhenald Kasali Wanti-wanti Dedi Mulyadi, Ada Risiko Besar di Balik Proyek Data Center Jatiluhur Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan Guru Besar FEB UI Rhenald Kasali di Rumah Perubahan, Minggu (4/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas rencana pembangunan data center BDx di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Di tengah upaya Jawa Barat menarik investasi, Rhenald mengingatkan agar pembangunan proyek strategis tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan tidak hanya berfokus pada nilai investasi semata.

Menurut Rhenald, kemajuan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur memang perlu didorong. Namun, semua itu tidak boleh dicapai dengan mengorbankan alam.

“Kita doakan KDM (Kang Dedi Mulyadi) sukses memajukan Jawa Barat dan angka kemiskinan terus ditekan, pendidikan semakin maju, infrastruktur juga semakin bagus, dan tentu saja investasinya makin bagus,” ujarnya, dikutip Selasa (6/10).

Rhenald menuturkan isu lingkungan menjadi salah satu pembahasan penting saat berdialog dengan Dedi Mulyadi. Ia menegaskan, setiap proyek investasi yang terbukti melanggar aturan harus dikenai sanksi tegas.

“Gak boleh merusak lingkungan. Itu sebabnya tadi kita bicara soal data center dan Kang Dedi mengatakan dan berjanji akan mengatakan, kalau itu melanggar, tentu akan ada sanksinya,” kata Rhenald.

Sebelumnya, Rhenald juga mengingatkan pemerintah agar tidak tergesa-gesa memberikan lampu hijau bagi proyek data center di Jatiluhur. Menurutnya, kebutuhan air yang sangat besar, terutama untuk data center berbasis kecerdasan buatan (AI), harus dihitung secara cermat.

Baca Juga: Warga Wajib Merasakan, Dedi Mulyadi Ingin Ada 'Balas Budi' dari Proyek Data Center Jatiluhur

Ia menilai Waduk Jatiluhur memiliki peran vital bagi berbagai sektor, mulai dari irigasi pertanian, penyediaan air baku, kebutuhan industri, perikanan, hingga pembangkit listrik. Karena itu, pemerintah daerah diminta mempertimbangkan seluruh dampak yang mungkin muncul sebelum proyek berjalan.

“Jangan sampai menyelesaikan satu persoalan menciptakan persoalan-persoalan baru. Seorang pemimpin rendahnya bisa melihat itu secara utuh, terintegrasi. Jangan terburu-buru,” kata Rhenald.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: