Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

KRL Commuter Line Angkut 261,4 Juta Pengguna hingga September 2026

KRL Commuter Line Angkut 261,4 Juta Pengguna hingga September 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat, volume pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek menembus angka 271,48 juta orang selama periode Januari-September 2026. Jumlah ini naik 6,25% secara tahunan (YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2025, dan bahkan meningkat lebih dari 12,24% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyebutkan, peningkatan capaian ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik KRL Commuter Line.

"Kepercayaan publik itu bisa dilihat berdasarkan data yang tercatat, pada triwulan III tahun 2026 ini volume pengguna Commuter Line Jabodetabek menyentuh angka 271.480.006 orang," ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Pola perjalanan selama periode triwulan ketiga 2026 juga memperlihatkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat tetap didominasi pada hari kerja. Rata-rata volume pelanggan Senin-Jumat mencapai kisaran angka 1,09 juta perjalanan per hari, atau 34,69% lebih tinggi dibandingkan rata-rata akhir pekan yang mencapai sekitar 811,6 ribu perjalanan per hari.

Karina menambahkan, lintas Bogor merupakan lintas layanan dengan volume tertinggi sepanjang periode hingga triwulan ketiga ini. Sebanyak 119,38 juta lebih pengguna di lintas Bogor, atau 43,98% dari total pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek di seluruh lintas. Di sisi lain, KAI Commuter Line juga mencatat lintas-lintas lainnya juga terus tumbuh.

"Sebut saja lintas layanan Commuter Line Rangkasbitung atau Green Line dan lintas layanan Commuter Line Tangerang atau Brown Line. Masing-masing mencatat pertumbuhan pada triwulan ke tiga 2026 ini jika dibanding periode tahun lalu," kata Karina.

Khusus di Lintas Tangerang, KAI Commuter fokus untuk melakukan peningkatan dan perbaikan fasilitas prasarana layanan pengguna. Salah satunya di Stasiun Duri, dengan volume pengguna transit di stasiun ini rata-rata sebanyak 13 ribu lebih pengguna, hingga mengharuskan fasilitas layanan lebih andal. Saat ini KAI Commuter sedang melakukan perawatan pada fasilitas eskalator.

Lebih lanjut Karina menyampaikan proses perawatan fasilitas eskalator ini dilakukan yang sebelumnya mengalami kendala. Sementara itu, dua orang pengguna terdampak yang masih rawat inap per 4 Oktober 2026 di RS Duta Indah telah kembali ke rumah untuk proses pemulihan secara rawat jalan.

Saat ini tim teknis secara intensif juga telah melakukan perbaikan dan memastikan eskalator tersebut dapat berfungsi kembali dengan baik.

"KAI Commuter juga akan melakukan uji kelayakan pada eskalator ini untuk memastikan aspek keselamatan pengguna Commuter Line yang menggunakan fasilitas ini," imbuh Karina.

Baca Juga: Danantara Mau Impor KRL Jepang, Menhub Jelaskan Prosesnya

Baca Juga: KAI Angkat Ketua Serikat Buruh Jadi Komisaris, Ada Apa?

Selama proses perbaikan eskalator di Stasiun Duri ini, sementara waktu pengguna menggunakan tangga manual, sampai kondisi fasilitas tersebut dipastikan aman digunakan kembali. Sedangkan untuk pengguna prioritas dapat menggunakan lift di belakang musala untuk menuju dan dari peron arah lintas Tangerang.

KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna KRL Commuter Line yang akan transit atau keluar dan masuk di Stasiun Duri, untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak terburu-buru dan berlari pada saat akan berpindah peron. 

"Atas situasi tersebut, kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, terutama bagi pengguna yang terdampak oleh kondisi fasilitas yang sekarang masih dalam perbaikan," pungkas Karina.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan