Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Kembali Menguat, Naik 0,33% ke Level 6.139,13

IHSG Kembali Menguat, Naik 0,33% ke Level 6.139,13 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (6/10/2026). IHSG naik 20,27 poin atau 0,33% ke level 6.139,13.

Penguatan juga terlihat dari mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 280 saham tercatat naik, sementara 162 saham melemah dan 232 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi pada awal perdagangan mencapai 3,98 miliar saham dengan nilai Rp621 miliar. Transaksi tersebut terjadi sebanyak 109.705 kali.

Kenaikan IHSG pagi ini melanjutkan tren positif yang sudah terlihat sejak akhir pekan lalu. Pada Jumat (2/10/2026), IHSG menguat 0,46% atau 27,38 poin ke level 6.036.

Penguatan kemudian berlanjut pada perdagangan Senin (5/10/2026). IHSG melonjak 1,36% hingga ditutup di level 6.118,86.

IHSG Berpeluang Menguat untuk Tembus Level 6.150-6.200

Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Indeks berpeluang menguji level 6.150–6.200.

Proyeksi tersebut datang setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026). 

"Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen eksternal yang dapat menopang pergerakan pasar saham domestik," tulis Phintraco Sekuritas.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak yang relatif stabil dinilai turut membantu meredam tekanan dari aksi jual di pasar obligasi. Meski demikian, imbal hasil atau yield US Treasury masih berada pada level tinggi.

Pada Senin (5/10/2026), yield US Treasury tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 5,307%. Sementara itu, yield obligasi tenor 10 tahun dan 30 tahun masih berada di level tertinggi sejak awal 2002.

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent justru ditutup melemah 1,9% ke level US$100 per barel. Harga emas spot juga turun tipis 0,2% menjadi US$4.133 per troy ounce.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Target 6.150–6.200

Baca Juga: IHSG Bangkit dari Tekanan, Ditutup Melejit ke 6.118,86

Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar berpotensi mendapat dukungan dari sejumlah kebijakan pemerintah. Pemerintah mengalokasikan anggaran program stimulus sebesar Rp31 triliun pada kuartal IV 2026.

Selain itu, pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan hingga 2027. Pemerintah juga menyiapkan skema KPR bersubsidi dengan bunga 6%.

Phintraco Sekuritas menilai berbagai kebijakan tersebut dapat menjadi katalis bagi sejumlah sektor, terutama properti dan konsumsi, sekaligus memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik.

Dengan kombinasi sentimen global dan katalis dari dalam negeri tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan penguatan IHSG masih dapat berlanjut dengan target pengujian di kisaran 6.150–6.200.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan