Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anies Bicara Gagal Pilpres dan Tak Bisa Maju Pilkada: Demokrasi Kita yang Terancam

Anies Bicara Gagal Pilpres dan Tak Bisa Maju Pilkada: Demokrasi Kita yang Terancam Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali berbicara mengenai pengalaman politiknya setelah gagal melanjutkan kontestasi. Usai kalah dalam Pilpres 2024, Anies juga tidak dapat bertarung dalam Pilkada 2024.

Pertanyaan mengenai pengalaman tersebut muncul saat Anies berbincang dengan motivator Merry Riana dalam podcast yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya. Merry menanyakan mana yang lebih menyakitkan bagi Anies, kekalahan di Pilpres atau tidak bisa ikut Pilkada.

“Tapi mana yang lebih menyakitkan, menyakitkan kalau di Pilpres atau tidak bisa bertanding di Pilkada sama sekali?” tanya Merry seperti dikutip, Selasa (6/10/2026).

Anies tidak melihat pengalaman tersebut sebagai persoalan mengenai rasa sakit akibat kegagalan pribadi. Ia justru mengaitkannya dengan kondisi demokrasi di Indonesia.

“Kalau buat saya, tidak ada soal sakit atau tidak. Ini adalah warning tentang demokrasi kita. Ini bukan tentang pribadi, demokrasi ini harus dijaga,” jawab Anies.

Menurut Anies, terdapat sejumlah kondisi yang menurutnya bisa menjadi tanda demokrasi berada dalam bahaya. Salah satunya ketika lembaga atau perangkat yang seharusnya menjadi penyangga demokrasi berada dalam kendali pihak tertentu.

“Kalau wasit dikendalikan, penyangga dikendalikan,” kata Anies.

Ia juga menyoroti hilangnya ruang bagi pihak yang menjadi lawan politik untuk ikut berkompetisi. “Yang kedua, lawan ditiadakan,” ujarnya.

Selain itu, Anies mempermasalahkan perubahan aturan dalam kompetisi politik. Menurut dia, perubahan aturan main dapat membahayakan demokrasi jika dilakukan sedemikian rupa hingga memengaruhi jalannya persaingan.

“Yang ketiga, aturan main diubah-ubah berarti ini demokrasi kita dalam bahaya,” tegasnya.

Baca Juga: Bicara Pendamping Prabowo, Gibran Diklaim Bisa dengan Mudah Diganti Anies Baswedan dan AHY

Anies kembali menekankan bahwa pengalaman politik yang dialaminya tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi personal. “Ketika salah, kejadian-kejadian yang terjadi, maka yang dalam bahaya demokrasi kita, ini bukan soal Anies,” pungkasnya.

Bagi Anies, persoalan yang lebih besar adalah bagaimana memastikan demokrasi tetap memiliki wasit yang independen, ruang kompetisi yang terbuka, serta aturan main yang tidak berubah-ubah untuk kepentingan tertentu.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy