Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hubungan Prabowo-Jokowi Disebut Telah Berakhir, Politikus Sebut Serangkaian Sinyalnya

Hubungan Prabowo-Jokowi Disebut Telah Berakhir, Politikus Sebut Serangkaian Sinyalnya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus Ferdinand Hutahaean meyakini hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah berakhir. Ia mendasarkan pandangannya pada sejumlah perkembangan politik yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Menurut Ferdinand, perubahan posisi sejumlah pejabat hingga sejumlah momen yang melibatkan Prabowo, Jokowi, dan Gibran Rakabuming Raka menjadi sinyal adanya perubahan konstelasi politik. Ia menilai Prabowo kini semakin menunjukkan dirinya sebagai pemegang kendali pemerintahan.

“Cerita banyak orang bahwa hubungan Prabowo dengan Jokowi telah berakhir, saya yakini bukanlah sebuah cerita omong kosong dan bukan cerita isapan jempol," ujar Ferdinand, Selasa (6/10/2026).

“Saya meyakini sepenuhnya bahwa itu benar-benar terjadi, Prabowo dan Jokowi sudah selesai," tambahnya. Ferdinand kemudian merujuk pada sejumlah pergantian dan pergeseran pejabat sebagai bagian dari alasan yang memperkuat keyakinannya tersebut.

“Saya melihat banyak fakta-fakta yang terjadi dalam seminggu terakhir, dimulai dari pencopotan Kapolri, pencopotan Menko Polhukam, pencopotan Kodari dari Bakom," Ferdinand menuturkan. Ia juga menyinggung penggeseran sejumlah Kapolda serta posisi dua mantan pejabat utama Polri yang disebutnya dekat dengan Listyo Sigit.

Bagi Ferdinand, rangkaian perubahan tersebut memperlihatkan sikap politik Prabowo yang semakin tegas. “Bagi saya ini adalah sebuah sikap tegas Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa dirinya adalah the real president," terangnya.

Ia menilai Prabowo tidak ingin pemerintahannya berada di bawah pengaruh kekuatan politik lain. “Prabowo adalah presiden sesungguhnya dan dia tidak mau diganggu oleh kekuatan-kekuatan apapun yang mencoba menjadi subordinasi kekuatan politik yang lain," imbuhnya.

Ferdinand juga mengaitkan pandangannya dengan dua momen lain, yakni peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan HUT ke-81 TNI. “Selain itu, peristiwa yang terjadi pada saat hari peringatan Kesaktian Pancasila, Gibran seperti diabaikan, dan bukan seperti diabaikan, benar-benar diabaikan. Yang kedua, pada saat HUT TNI, Jokowi diabaikan benar-benar juga oleh Prabowo Subianto," jelasnya.

Dari berbagai peristiwa tersebut, Ferdinand menyimpulkan bahwa Prabowo dinilai tidak lagi dapat diintervensi Jokowi. “Ini bagi saya adalah fakta yang menegaskan bahwa Prabowo telah menunjukkan bahwa dia tidak bisa diintervensi oleh Jokowi," tegasnya.

Baca Juga: Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Hukum Tak Tebang Pilih, Jokowi Disinggung

Ferdinand bahkan menilai perubahan tersebut sebagai kabar positif dan menganggap pengaruh Jokowi dalam kekuasaan akan berakhir. “Artinya apa? Upaya-upaya kekuatan Jokowi untuk kembali ke pentas kekuasaan, tewas sudah," tandasnya.

Lebih jauh, Ferdinand juga menyampaikan prediksi mengenai masa depan PSI, Gibran, dan Jokowi. “PSI pasti hanya tinggal cerita nanti di masa lalu, Gibran hanya menjadi catatan sejarah, dan Jokowi akan tetap menjadi olok-olok negeri ini. Ini saya tampilkan video-video singkat yang menceritakan kisah itu," kuncinya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy