Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Umumkan Investasi US$250 Juta di Raksasa Migas Amerika Serikat

Danantara Umumkan Investasi US$250 Juta di Raksasa Migas Amerika Serikat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan investasi strategis senilai US$250 juta di HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK), sebuah perusahaan yang berbasis di Texas, Amerika Serikat dan bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin. 

Transaksi investasi ini dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel (Convertible Preferred Stocks) dalam beberapa tahap.

Investasi ini memberikan DIM akses strategis terhadap portofolio aset yang didominasi minyak di Permian Basin, wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat. 

Melalui investasi ini, DIM memperluas portofolio energi Indonesia di skala global, sejalan dengan misinya untuk berinvestasi di sektor-sektor strategis bagi Indonesia. HighPeak akan menggunakan investasi tersebut untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan, guna mendukung pengembangan dan pertumbuhan portofolio aset berkualitasnya secara berkelanjutan.

COO Danantara Pandu Sjahrir menilai, investasi tersebut sejalan dengan mandat Danantara untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia. 

"Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial seiring dengan upaya kami membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global. Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi pertukaran keterampilan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat," ungkapnya di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Adapun Permian Basin merupakan wilayah penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Serikat, yang menyumbang sebesar 48% dari total produksi Amerika Serikat selama tahun 2025, menurut Badan Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. Energy Information Administration). 

Sejak 2007, pertumbuhan produksi di wilayah ini didorong utamanya oleh penerapan teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau fracking (hydraulic fracturing). Apabila kondisi reservoir mendukung, teknik-teknik ini juga dapat diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur dan perolehan migas, sehingga dapat menjadi model yang relevan bagi Indonesia dalam upayanya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi domestik.

Setelah transaksi diselesaikan, HighPeak akan mengembangkan program pelatihan dan penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja Indonesia, untuk mendukung pengembangan kapabilitas dan pertukaran keahlian teknis.

Baca Juga: BUMN Ternyata Banyak yang Rugi, Danantara Ungkap 97 Persen Dividen Hanya dari 15 Perusahaan

Baca Juga: Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara sebagai Motor Kekuatan Nasional

Berdasarkan ketentuan investasi, DIM akan memperoleh perlindungan terhadap penurunan nilai investasi, dengan kesempatan untuk memperoleh manfaat dari kenaikan nilai ekuitas di masa mendatang melalui konversi menjadi saham biasa serta memiliki opsi untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui penempatan terbatas (private placement). DIM juga akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak.

Presiden dan CEO HighPeak Michael Hollis menyampaikan, pihaknya mengoperasikan portofolio aset berskala besar yang didominasi minyak di Permian Basin.

"Kami percaya kerja sama dengan DIM akan mengakselerasi pengembangan aset tersebut melalui investasi berkelanjutan, termasuk perluasan program pengeboran. Kemitraan ini mempertemukan para investor jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan dan penciptaan nilai yang berkelanjutan," tutur dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan