Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Suahasil Minta Bea Cukai Diperkuat dan Pulihkan Kepercayaan Publik

Suahasil Minta Bea Cukai Diperkuat dan Pulihkan Kepercayaan Publik Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperkuat pengawasan, meningkatkan integritas, dan memulihkan kepercayaan masyarakat di tengah semakin kompleksnya tantangan perdagangan lintas negara.

Ia menegaskan, Bea Cukai tidak hanya bertugas mengamankan penerimaan negara, tetapi juga melindungi masyarakat dan menjaga perekonomian nasional.

Menurut Suahasil, dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, serta semakin beragamnya aktivitas perdagangan internasional menuntut Bea Cukai untuk terus beradaptasi. Penguatan pengawasan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pembenahan institusi.

“Penindakan yang Anda lakukan adalah upaya menyelamatkan ekonomi Indonesia. Penindakan impor ilegal tidak hanya merupakan persoalan kepabeanan dan capaian kinerja organisasi saudara, di dalamnya ada kepentingan masyarakat banyak,” tegas Suahasil dikutip dari keterangannya, dikutip Rabu (7/10/2026).

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Suahasil meminta DJBC memperketat penindakan terhadap penyelundupan dan peredaran barang ilegal. Pengawasan tersebut mencakup narkotika, barang berbahaya, hingga komoditas strategis dan sumber daya alam Indonesia, seperti emas dan nikel.

Ia mencontohkan, masuknya pakaian bekas impor atau ballpress ilegal dapat menekan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penjahit, serta industri tekstil nasional. Sementara itu, masuknya beras secara ilegal berpotensi merugikan petani dan konsumen dalam negeri.

Suahasil juga mengingatkan DJBC agar menjaga penerimaan negara. Hingga September 2026, Bea Cukai mencatat penerimaan sebesar Rp240,28 triliun atau 71,51% dari target APBN. Capaian tersebut tumbuh 8,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Suahasil menekankan penerimaan negara bukan sekadar angka dalam laporan kinerja. Dana tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan, penguatan layanan publik, penjagaan daya beli masyarakat, serta pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.

Di sisi pelayanan, ia meminta Bea Cukai memberikan kemudahan, kecepatan, transparansi, dan kepastian kepada masyarakat maupun dunia usaha. Peran tersebut dinilai penting untuk memperlancar arus barang, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk menghadapi tantangan ke depan, Suahasil menyoroti tiga aspek yang perlu diperkuat DJBC, yakni sumber daya manusia yang berintegritas dan kompeten, pemanfaatan teknologi serta intelijen, dan proses bisnis yang efektif serta terintegrasi dengan berbagai unsur pemerintah.

Namun, penguatan fungsi pengawasan juga harus disertai kepatuhan terhadap hukum. Suahasil meminta seluruh jajaran DJBC menjalankan kewenangannya sesuai peraturan perundang-undangan, menindaklanjuti setiap informasi pelanggaran, serta memastikan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga: Usai Pegawai Bea Cukai, Kejagung Periksa 2 Pegawai Kementerian ESDM dalam Kasus PT PMM

Baca Juga: Sulit Diawasi, Bea Cukai Akui Masih 'Kucing-kucingan' dengan Barang Ilegal

Ia menilai, keberhasilan pengawasan tidak cukup diukur dari jumlah penindakan yang dilakukan. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi juga menjadi tolok ukur penting dalam memastikan pelaksanaan tugas Bea Cukai berjalan efektif dan akuntabel.

“Yang kita jaga bukan hanya barang. Yang kita jaga adalah kepercayaan masyarakat kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selamat Hari Bea Cukai yang ke-80,” pungkasnya dalam sambutan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra