Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Berbalik Anjlok 0,75%, 378 Saham Berguguran!

IHSG Berbalik Anjlok 0,75%, 378 Saham Berguguran! Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (7/10/2026). IHSG berakhir di level 6.146,72, turun 46,20 poin atau 0,75% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Padahal, IHSG sempat dibuka menguat di level 6.210,41. Namun, penguatan tersebut tak bertahan lama. IHSG berbalik melemah dan sempat menyentuh level terendah 6.136,19.

Tekanan pasar terlihat dari mayoritas saham yang bergerak turun. Sebanyak 378 saham melemah, sementara 258 saham menguat dan 157 saham stagnan.

Meski IHSG tertekan, aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 48,41 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp36,20 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 1,53 juta kali.

IHSG Dipengaruhi Banyak Sentimen

Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG dapat menguji area 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu (7/10/2026), seiring masih kuatnya sentimen positif dari pasar global.

Pada perdagangan Selasa (6/10/2026), IHSG ditutup menguat 1,21% ke level 6.192,93. Seluruh sektor tercatat bergerak positif, dengan penguatan terbesar berasal dari sektor transportasi dan teknologi.

"Dari pasar global, bursa Wall Street juga ditutup menguat pada Selasa. Indeks S&P 500 bahkan mencatat rekor penutupan di atas level 7.800 untuk pertama kalinya," tulis Phintraco Sekuritas.

Penguatan bursa global tersebut didukung oleh berlanjutnya reli sejak pekan sebelumnya, antusiasme investor terhadap sektor kecerdasan buatan atau AI, serta harga minyak yang relatif stabil.

Harga minyak Brent berada di sekitar US$100 per barel pada 6 Oktober. Stabilnya harga minyak dinilai membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.

Di pasar obligasi, imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun turun 2 basis poin ke level 5,286%.

Sementara itu, harga emas spot ditutup menguat 0,7% ke level US$4.168 per troy ounce.

Kombinasi pergerakan aset tersebut menjadi salah satu faktor yang masih mendukung sentimen investor terhadap pasar saham.

Baca Juga: IHSG Makin Ngebut! Tembus 6.210 di Awal Perdagangan

Baca Juga: IHSG Lanjutkan Penguatan, Level 6.321 Jadi Penentu

Dari dalam negeri, investor akan mencermati data cadangan devisa Indonesia untuk September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026).

Data tersebut menjadi salah satu indikator yang akan diperhatikan pasar untuk melihat kondisi eksternal dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di level 5,2% pada 2026 dan 2027.

Ekspektasi pertumbuhan yang stabil tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi domestik.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka. Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup di atas MA10, sementara histogram negatif MACD mulai menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan