Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lavero Atelier Optimistis Pasar Interior Premium Indonesia, Andalkan Brand Eropa dan Desain Bespoke

Lavero Atelier Optimistis Pasar Interior Premium Indonesia, Andalkan Brand Eropa dan Desain Bespoke Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tren interior di Indonesia terus bergerak menuju ruang yang lebih personal. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk yang berfungsi, tetapi juga mempertimbangkan karakter desain, kualitas material, detail, serta kemungkinan kustomisasi yang membuat sebuah ruang memiliki identitas tersendiri.

Lavero melihat perubahan selera konsumen Indonesia turut membuka peluang bagi kategori tersebut. Jika sebelumnya chandelier identik dengan desain klasik, kemewahan bergaya istana, dan ruang berukuran besar, permintaan kini berkembang menuju desain yang lebih modern dengan elemen kristal yang tetap memberikan kesan premium.

Perubahan selera tersebut menjadi peluang yang dibidik Lavero Atelier, yang optimistis pasar produk interior premium di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan. Melalui showroom barunya di Hampton Avenue, Gading Serpong, Tangerang Selatan, Lavero menghadirkan kurasi sejumlah brand premium Eropa, mulai dari chandelier kristal, material permukaan, furnitur, hingga produk elektrikal.

Chief Executive Officer Lavero Atelier Andris Aryadi mengatakan, Lavero ingin menawarkan lebih dari sekadar produk interior. Perusahaan berupaya membangun destinasi yang mempertemukan arsitek, desainer interior, homeowner, dan pemilik proyek dengan berbagai produk yang dapat menjadi bagian dari konsep ruang secara lebih personal.

“Kami ingin Lavero menjadi destinasi untuk kebutuhan arsitektural dan interior design. Pintu Lavero terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari inspirasi dalam memilih barang untuk proyek maupun tempat tinggal,” ujar Andris di Tangerang Selatan (7/10).

Menurut dia, kehadiran showroom tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Lavero menangkap perkembangan kebutuhan pasar Indonesia yang semakin beragam. Konsumen premium kini memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap produk yang digunakan untuk membangun karakter hunian maupun proyek komersial.

Salah satu kekuatan Lavero terletak pada proses kurasi brand. Product Specialist Lavero Atelier Kevin Susanto mengatakan, setiap brand dipilih berdasarkan karakter, kualitas, kesesuaian dengan pasar, serta kemampuannya melengkapi produk lain dalam satu proyek.

“Setiap perusahaan memiliki kekuatannya sendiri. Kami mencoba membangun portofolio yang sesuai untuk Lavero, sehingga produk-produk tersebut tidak saling berkonflik, tetapi justru saling melengkapi,” ujar Kevin.

Salah satu produk yang menjadi bagian penting portofolio tersebut adalah chandelier kristal dari Elit Bohemia. Produk asal Eropa tersebut membawa tradisi chandelier kristal klasik ke dalam pendekatan desain yang lebih bespoke dan kontemporer.

“Chandelier crystal menjadi simbol kemewahan di dalam rumah. Dalam empat sampai lima tahun terakhir, bespoke dan contemporary design terus berkembang dan pasarnya semakin banyak,” kata Kevin.

Perubahan tersebut juga diamati praktisi desain dari Aurasia Design, Iklim Tan. Menurut dia, perkembangan tren desain justru dapat menciptakan peluang bagi produk yang memiliki identitas kuat.

Iklim melihat sebuah desain yang populer kerap mengalami proses peniruan dan modifikasi oleh berbagai produsen. Akibatnya, produk yang pada awalnya memiliki karakter kuat dapat berkembang menjadi desain yang relatif seragam di pasar.

“Tren itu terus berkembang. Ketika satu desain disukai publik, desain tersebut kemudian banyak ditiru dan sedikit dimodifikasi hingga menjadi seperti produk massal,” kata Iklim.

Karena itu, produk yang mempertahankan karakter desain asal dan memiliki keunikan tersendiri dinilai memiliki ruang di pasar premium. Menurut Iklim, desain Italia yang autentik, misalnya, dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan nuansa Eropa atau Mediterania dengan sentuhan modern.

Untuk memperkuat portofolionya, Lavero juga menghadirkan Neolith sebagai material permukaan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti kitchen island, meja makan, backdrop, hingga lantai.

Kehadiran material tersebut memperluas posisi Lavero dari penyedia elemen dekoratif menjadi bagian dari kebutuhan proyek interior secara lebih menyeluruh. Sementara pada kategori furnitur, Lavero menggandeng brand asal Italia yang menawarkan karakter desain khas bagi konsumen yang mencari furnitur Italia.

Produk elektrikal juga menjadi bagian dari portofolio untuk melengkapi kebutuhan interior sehingga berbagai elemen dalam sebuah proyek dapat dirancang secara lebih terintegrasi.

Kevin mengatakan, proses kurasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan karakter produk, kesesuaian dengan segmen pasar, potensi bisnis, serta kemampuan masing-masing brand untuk melengkapi portofolio Lavero.

Strategi tersebut juga diperkuat dengan pendekatan kustomisasi. Sebagian produk yang ditawarkan bersifat handcrafted, sehingga proses produksinya membutuhkan waktu dan penyesuaian berdasarkan kebutuhan proyek.

Menurut Kevin, tantangan seperti fluktuasi nilai tukar dan biaya produk impor tetap menjadi bagian yang harus diperhitungkan dalam bisnis produk premium. Namun, Lavero berupaya menempatkan harga dalam konteks nilai yang diberikan produk kepada proyek dan pemiliknya.

“Kami tidak ingin transaksi hanya sebatas jual beli. Kami ingin memastikan seluruh nilai yang dibawa produk Lavero memberikan tambahan bagi owner maupun homeowner,” katanya.

Untuk memberikan fleksibilitas kepada pelanggan, Lavero juga menyediakan skema pembayaran yang tidak mengharuskan konsumen membayar 100 persen di muka sebelum produk diterima, terutama untuk produk yang membutuhkan proses produksi dan kustomisasi.

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan karakter produk handcrafted yang membutuhkan waktu produksi sebelum dikirim dan dipasang di lokasi proyek. Setiap produk diupayakan sesuai dengan kebutuhan serta karakter ruang sebelum proses instalasi dilakukan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi