Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cerdiknya Prabowo Pertahankan Listyo Sigit, Mahfud MD: Kalau Dilepas di Luar Bisa Berbahaya

Cerdiknya Prabowo Pertahankan Listyo Sigit, Mahfud MD: Kalau Dilepas di Luar Bisa Berbahaya Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perpindahan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ke Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi sorotan. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai langkah tersebut bukan sekadar pergeseran jabatan.

Mahfud melihat penempatan Listyo Sigit di KSP sebagai bagian dari strategi politik Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, langkah tersebut membuat mantan Kapolri beserta sejumlah orang yang sebelumnya berada di lingkaran kepolisian tetap berada dalam struktur pemerintahan.

Pandangan itu disampaikan Mahfud dalam podcast Terus Terang bersama Rizal Mustary, Rabu (7/10/2026).

"Listyo Sigit itu dipindah ke KSP. KSP itu tidak ada fungsinya, di konstitusi juga tidak ada... Jadi Pak Listyo diletakkan di situ dan orang-orangnya yang sudah bintang tiga itu sebagian ke sana. Artinya apa? Itu bukan hanya digeser, menurut saya cerdik Prabowo, dikurung," ungkap Mahfud.

Menurut Mahfud, penempatan tersebut membuat Listyo Sigit dan sejumlah jenderal yang sebelumnya berada di lingkarannya tetap berada dalam radar pemerintahan. Ia menilai kondisi itu berbeda apabila mantan petinggi Polri tersebut sepenuhnya berada di luar struktur pemerintahan.

"Karena kalau dilepas di luar itu kan bisa berbahaya, artinya bisa mengganggu lah. Berbahaya sih tidak, (tapi) bisa mengganggu. Kurung saja di sini," jelas pakar hukum tata negara tersebut.

Mahfud menilai pendekatan tersebut merupakan salah satu cara politik untuk menjaga tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh tetap berada dalam sistem pemerintahan. Dengan demikian, berbagai kemungkinan manuver dari luar pemerintahan dapat dihindari.

Di sisi lain, posisi Kapolri kini telah diserahkan kepada Jenderal Suyudi Ario Seto. Mahfud juga menyoroti proses pergantian pucuk pimpinan Polri yang berlangsung secara mendadak dan tertutup.

Baca Juga: Ada 'Faksi Solo', Syahganda Ungkap Tarik-Ulur Kabinet Prabowo

Menurut dia, kerahasiaan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mencegah kebocoran informasi. Sebelumnya, rencana pergantian Kapolri disebut beberapa kali mengalami kegagalan setelah informasi mengenai rencana tersebut beredar.

Pergantian tersebut pada akhirnya terlaksana dengan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, sementara Listyo Sigit ditempatkan di KSP bersama sejumlah perwira tinggi yang disebut Mahfud sebelumnya berada dalam lingkaran kepolisian.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat