Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Meski Sudah 7 Kali Reshuffle, Pakar Nilai Pemerintahan Prabowo Belum Tunjukkan Progres

Meski Sudah 7 Kali Reshuffle, Pakar Nilai Pemerintahan Prabowo Belum Tunjukkan Progres Kredit Foto: Sekertariat Negara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sosiolog Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Profesor Sulfikar Amir, menilai Presiden Prabowo Subianto akan terus melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih selama masa pemerintahannya.

Menurutnya, kinerja pemerintahan Prabowo justru akan terus menurun dan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan meskipun reshuffle telah dilakukan berulang kali.

"Tetapi reshuffle ini akan terus terjadi, karena kinerja dari pemerintahan Prabowo semakin ke sini itu semakin menurun. Enggak ada progres walaupun ada reshuffle," ujarnya dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, dikutip Kamis (8/10).

Sulfikar kemudian menyinggung postur APBN 2027. Ia menyoroti sejumlah lembaga yang memperoleh alokasi anggaran terbesar, yakni Badan Gizi Nasional sebesar Rp240,2 triliun, Kementerian Pertahanan Rp189 triliun, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Rp139,19 triliun.

"Tahun depan kita tahu bahwa anggaran terbesar dalam APBN itu masih tetap ya itu juga gitu," tegasnya.

Baca Juga: Prof Sulfikar Yakin Jokowi Akan Serang Prabowo Secara Terbuka: Tinggal Tunggu Waktunya

Sebagai informasi, Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet besar-besaran pada Kamis (1/10/2026). Perombakan tersebut menjadi reshuffle ketujuh sejak Kabinet Merah Putih mulai bekerja.

Dalam reshuffle jilid VII itu, Prabowo melantik total 18 pejabat baru, mulai dari menteri, kepala badan, hingga Kapolri.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya