Kredit Foto: Istihanah
Investor asal China, Tsingshan, siap berdiskusi dengan Danantara Indonesia untuk berpartisipasi dalam program pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).
CEO Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani, mengatakan Tsingshan sebelumnya telah berkontribusi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia.
“Dan juga Tsingshan sendiri sudah menyampaikan kepada kami bahwa mereka sudah berkontribusi sekitar 2 GW di Sumenep, di Gili Labak, di Pulau Pangongan Kecil,” kata Rosan dalam agenda di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Rosan menyebut salah satu pembangkit tersebut telah beroperasi, sementara proyek lainnya telah mencapai progres 75%.
“Dan mereka juga sudah menyampaikan siap untuk berdiskusi dengan kami untuk bisa ikut dalam program 100 GW panel surya yang akan kami lakukan,” ujarnya.
Program tersebut menjadi bagian dari rencana Danantara untuk mengembangkan kapasitas energi surya di Indonesia.
Baca Juga: Danantara Optimistis Laba BUMN Cetak Rp360 Triliun, Naik Signifikan Berkat Restrukturisasi
Baca Juga: Tak Cuma Buru Dividen, Kemenkeu Ingin APBN dan Danantara Bekerja Bak Dua Lengan
Tsingshan merupakan salah satu investor utama dalam pengembangan industri nikel di Indonesia. Grup asal China tersebut memiliki keterlibatan dalam pengembangan kawasan industri berbasis nikel, termasuk Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Di IWIP, Tsingshan terlibat dalam pengembangan ekosistem hilirisasi nikel yang kini diperluas hingga industri baterai kendaraan listrik dan produk turunannya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: