Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kayu Bersertifikat Jadi Modal Furnitur Indonesia Tembus Pasar Global

Kayu Bersertifikat Jadi Modal Furnitur Indonesia Tembus Pasar Global Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Produk furnitur dan kriya berbahan kayu bersertifikat siap dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

Sebanyak 35 ekshibitor akan menampilkan produk furnitur, dekorasi, dan kriya di Hall 9 melalui kolaborasi Kementerian Perdagangan dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI).

Produk yang dipamerkan telah dibekali sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan Forest Stewardship Council (FSC). Sertifikasi tersebut menjadi modal bagi eksportir untuk memenuhi persyaratan pasar global yang menerapkan aturan ketat terkait legalitas, ketertelusuran, dan keberlanjutan bahan baku.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan, furnitur dan kriya kembali menjadi bagian penting dalam TEI karena memiliki potensi besar di pasar ekspor.

“Furnitur dan kriya adalah bagian penting dari perjalanan TEI. Kami ingin kembali memberi ruang agar produk unggulan ini makin unjuk gigi di pasar global,” ujar Puntodewi di Jakarta, Kamis (8/10).

Menurut dia, industri furnitur dan kerajinan Indonesia memiliki keunggulan karena didukung bahan baku lokal, menyerap tenaga kerja, dan menghasilkan produk bernilai tambah.

Selain kayu bersertifikat, produk yang dipamerkan memanfaatkan material seperti rotan, eceng gondok, dan bambu. Desainnya memadukan anyaman dan ukiran khas Nusantara dengan gaya natural-modern.

Produk kriya juga dibuat dengan keterampilan tangan perajin lokal sehingga memiliki karakter yang berbeda dari produk produksi massal. Model produksi tersebut sekaligus mendukung pemberdayaan perajin dan prinsip perdagangan yang adil.

Bidik Buyer Global

Selama lima hari penyelenggaraan TEI, peserta di Hall 9 akan bertemu langsung dengan calon pembeli melalui agenda business matching yang difasilitasi Kemendag.

Buyer yang diundang berasal dari pasar utama seperti Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Prancis, Jepang, dan Australia. Buyer dari Timur Tengah, India, Afrika, dan ASEAN juga akan hadir.

Mereka terdiri dari importir, peritel global, desainer interior, serta kontraktor proyek perhotelan dan properti.

Kemendag juga menyiapkan Paviliun Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur seluas 216 meter persegi yang menampilkan 18 perusahaan ekspor terkurasi.

Pengunjung Hall 9 dapat melihat langsung produk melalui simulasi tata ruang dalam bentuk mock-up interior dan eksterior. Selain itu, terdapat demonstrasi pembuatan kriya oleh artisan lokal.

Puntodewi mengatakan, kesiapan memenuhi standar global menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk furnitur dan kriya Indonesia.

“TEI ke-41 adalah etalase untuk membuktikan daya saing produk Indonesia siap memenuhi standar global. Kami ingin Indonesia dikenal sebagai mitra global tepercaya, pusat produk berkelanjutan, identik dengan keahlian khas, bernilai tinggi, dan ramah lingkungan,” katanya.

Ekspor Furnitur Tembus USD1,20 Miliar

Peluang ekspor furnitur Indonesia didukung oleh kinerja perdagangan yang masih positif. Sepanjang 2026, ekspor furnitur nasional tercatat mencapai USD1,20 miliar dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD576,32 juta.

Furnitur kayu masih menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 68,1 persen dari total ekspor. Sementara itu, furnitur berbahan logam menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu peluang diversifikasi.

Pasar nontradisional juga mulai memberikan peluang. Ekspor furnitur Indonesia ke Yunani meningkat 279,4 persen, sedangkan ekspor ke Prancis tumbuh 8,1 persen.

Di tengah perubahan kondisi perdagangan global, buyer mancanegara juga mulai mencari pemasok alternatif. Kondisi tersebut membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperluas pasar, terutama dengan dukungan produk yang memenuhi standar legalitas, ketertelusuran, dan keberlanjutan.

Perkuat Lead dengan Daya Saing Ekspor

Rapikan Pengulangan Istilah Buyer

Konsistenkan Gaya Penulisan Angka

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi