Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Baterai EV hingga Komponen Alat Berat, 4 Produk Hilirisasi IWIP Mulai Ekspor

Baterai EV hingga Komponen Alat Berat, 4 Produk Hilirisasi IWIP Mulai Ekspor Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Empat produk hasil hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara, mulai mencatatkan ekspor perdana. Produk yang dikomersialkan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengolahan nikel, tetapi sudah merambah bahan baku baterai hingga komponen alat berat berbasis kendaraan listrik.

Presiden Prabowo Subianto menyebut salah satu momentum penting dalam peresmian tersebut adalah dimulainya ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Selain itu, pemerintah juga meresmikan sejumlah proyek hilirisasi lain yang dikembangkan di kawasan industri tersebut.

“Hari ini kita meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, kemudian kita akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan pembangunan 7 proyek baru di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” ujar Prabowo dalam peresmian virtual, Kamis (8/10/2026).

Empat proyek tersebut menjadi bagian dari 11 proyek hilirisasi yang diluncurkan Prabowo di IWIP. Empat proyek melakukan komersialisasi sekaligus ekspor perdana, sementara tujuh proyek lainnya memasuki tahap pembangunan pabrik baru.

Salah satu produk yang mulai diekspor adalah mixed hydroxide precipitate (MHP) yang diproduksi PT Blue Sparking Energy. Produk ini merupakan salah satu hasil pengolahan mineral yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok bahan baku industri baterai.

Kemudian, PT Pioneer Aluminium Industries melakukan ekspor perdana produk kapasitor aluminium elektrolitik. Produk tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri di kawasan IWIP mulai bergerak ke produk manufaktur dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Produk lainnya berasal dari PT XCMG Indonesia Manufacturing berupa komponen alat berat berbasis kendaraan listrik. Pengembangan komponen tersebut memperluas cakupan hilirisasi dari sekadar bahan baku mineral menuju kebutuhan industri kendaraan dan alat berat.

Baca Juga: Jokowi Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo saat Sidang Putusan Ijazah Gibran

Sementara itu, PT REPT Batero Indonesia mulai mengekspor bahan baku baterai listrik dengan teknologi NMC dan LFP. Dua jenis material tersebut berkaitan langsung dengan perkembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik yang tengah dibangun di Indonesia.

Keempat produk tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem industri di IWIP yang ditujukan untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Hilirisasi yang dikembangkan pun mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengolahan mineral hingga material dan komponen untuk industri berbasis listrik.

Pada saat yang sama, pemerintah juga meresmikan pembangunan tujuh pabrik baru di kawasan IWIP. Ketujuh proyek tersebut dikembangkan oleh PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Aluminium, PT Bintang Karya Aluminium, PT Flat Solar Energy Indonesia, dan PT Foton Guangqing Motor Indonesia.

Secara keseluruhan, 11 proyek hilirisasi yang diluncurkan tersebut memiliki nilai investasi sekitar US$10,2 miliar atau setara Rp180 triliun. Angka tersebut mencakup empat proyek yang mulai dikomersialkan serta tujuh proyek baru yang memasuki tahap pembangunan.

Dengan masuknya produk baterai, material baterai, kapasitor, hingga komponen alat berat ke tahap ekspor, pengembangan IWIP menunjukkan perluasan rantai industri yang tidak berhenti pada pengolahan komoditas mentah. Produk yang dihasilkan mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri lanjutan sekaligus pasar global.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Prabowo juga meresmikan rangkaian proyek tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas basis industri nasional dan mendorong Indonesia masuk lebih jauh ke rantai pasok global.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama