Pakai Kemeja Biru, Jokowi Jawab soal Ancaman Pemakzulan Gibran dan Ungkap Isi Pembicaraannya dengan Prabowo
Kredit Foto: Ist
Mantan Presiden Jokowi merespons sejumlah isu politik yang tengah ramai diperbincangkan publik, mulai dari dampak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap karier politik anaknya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, wacana pemakzulan, hingga pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara.
Menjawab pertanyaan awak media mengenai peluang Gibran dimakzulkan oleh parlemen pascaputusan MK, Jokowi meresponsnya dengan santai. Ia menekankan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang memiliki aturan jelas.
"Di negara kita ada mekanisme demokrasi yang harus dilalui. Ikuti mekanisme demokrasi yang tersedia sesuai konstitusi dan aturan hukum yang ada, enggak ada masalah," kata Jokowi.
Sementara itu, terkait pertanyaan apakah putusan MK akan menjadi batu sandungan bagi Gibran untuk maju kembali dalam kontestasi Pilkada maupun Pilpres di masa mendatang, Jokowi menyerahkan urusan tersebut kepada institusi yang berwenang.
Menurutnya, lembaga seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah memiliki mekanisme serta yurisdiksi untuk memutus persoalan kelayakan calon.
"Semua ada yang memiliki kewenangan untuk memutuskan itu, seperti KPU, Bawaslu, semua ada mekanismenya," tegasnya.
Jokowi juga mengklarifikasi pertemuannya dengan Presiden Prabowo di kediaman Kertanegara, yang secara waktu terjadi berdekatan dengan momen sebelum pembacaan putusan MK terkait ijazah Gibran.
Ia membantah bahwa pertemuan tersebut membahas intervensi putusan, dan menegaskan bahwa ranah hukum MK dan pertemuan politik adalah dua hal yang terpisah.
Jokowi mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut justru banyak membahas hal-hal yang lebih rileks hingga isu strategis. "Itu membahas kemenangan bola, kan seneng kita menang. Kita bicara bola, ekonomi, dan politik," jelasnya.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai peluang dukungan agar pasangan Prabowo-Gibran melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode pada Pemilu 2029 mendatang, Jokowi enggan memberikan jawaban panjang.
"Hemm, pemilu masih jauh," jawabnya singkat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat