Kredit Foto: Akun X @Hilmi28
Aktivis politik senior yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tidak ragu jika mendapat tawaran bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Syahganda, Anies layak dipertimbangkan untuk mengisi posisi Menteri Pendidikan. Ia menilai kepentingan bangsa untuk mendapatkan figur yang memiliki kapasitas seharusnya ditempatkan di atas ego dan gengsi politik dari persaingan Pilpres sebelumnya.
"Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok," ujar Syahganda dalam siniar Total Politik yang tayang Rabu (23/9/2026). Ketika menyampaikan hal ini, Syahganda belum dilantik oleh Prabowo sebagai Kepala Bakom RI.
Syahganda mengatakan langkah rekonsiliasi politik juga pernah dilakukan Prabowo. Pada 2019, Prabowo yang sebelumnya menjadi rival politik Joko Widodo bersedia bergabung dalam pemerintahan dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Menurut dia, sikap tersebut dapat menjadi contoh bagi Anies untuk mengedepankan kepentingan nasional hingga menghadapi agenda politik berikutnya pada 2029.
Syahganda juga menyinggung kemungkinan adanya ego atau gengsi politik jika Anies menerima tawaran dari Prabowo. Ia menilai hal tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang.
"Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga," tegasnya.
Menurut Syahganda, hubungan politik kedua tokoh tersebut memiliki sejarah tersendiri. Ia mengingatkan bahwa Prabowo pernah memiliki peran dalam mengusung Anies dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta.
Syahganda juga menilai Prabowo memiliki kecenderungan merangkul berbagai kelompok dan tokoh dengan latar belakang politik yang berbeda.
Ia mencontohkan Wiranto yang menurutnya pernah terlibat dalam pemberhentian Prabowo dari institusi militer pada 1998, tetapi kemudian justru mendapat peran dalam pemerintahan sebagai Penasihat Presiden.
Tidak hanya Anies, Syahganda juga menyebut sejumlah tokoh di luar koalisi pemerintahan yang dinilainya dapat dipertimbangkan untuk masuk ke kabinet.
Nama Mahfud MD dan Ganjar Pranowo disebut sebagai dua figur yang menurut Syahganda memiliki kapasitas kepemimpinan dan dapat dilibatkan dalam pemerintahan.
Ia mengkritik pola pikir the winner takes all atau anggapan bahwa hanya pihak yang memenangkan kontestasi yang berhak mendapatkan ruang dalam pemerintahan.
Baca Juga: Rocky Gerung dkk Gelar Rapat Pertama, Wantimpres Bahas Mekanisme Kerja hingga Rencana 6 Bidang
"Jangan selalu bicara the winner takes all, merasa paling berkeringat lalu yang lain tidak. Kalau mengandalkan itu saja, stok sumber daya manusia untuk membantu Prabowo akan kurang, mengingat jumlah struktur kabinet saat ini sangat besar dengan lebih dari 100 menteri dan wakil menteri," urai Syahganda.
Menurutnya, pelibatan figur profesional maupun tokoh di luar koalisi dominan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperluas sumber daya manusia yang tersedia bagi pemerintahan.
Syahganda berharap keterlibatan tokoh-tokoh tersebut dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas kebijakan pemerintahan ke depan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: