Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguji level kritis 6.000 pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Tekanan pasar global, terutama kenaikan harga minyak mentah, menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati investor.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi atau mixed pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Saham-saham teknologi tertekan setelah muncul kabar bahwa pendapatan tahunan OpenAI lebih rendah dibandingkan indikasi sebelumnya.
Sentimen negatif juga datang dari pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent melonjak 4% dan ditutup di level US$104 per barel.
"Kenaikan harga minyak ini berpotensi menambah tekanan di pasar keuangan," tulis Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury menjadi katalis positif. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 4 basis poin ke level 5,229%.
Sementara itu, harga emas di pasar spot menguat 0,3% ke level US$4.123 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun ke level 118,1 pada September 2026.
"Penurunan ini menjadi salah satu indikator yang patut dicermati di tengah kondisi pasar yang masih menghadapi tekanan eksternal," ungkap Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: IHSG Bisa Jatuh ke 5.000? OJK Ungkap Skenarionya
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,88%, 497 Saham Berguguran
Meski demikian, penjualan kendaraan bermotor menunjukkan pertumbuhan positif. Penjualan mobil di Indonesia meningkat 28,1% secara tahunan atau year on year (yoy) pada September 2026. Penjualan sepeda motor juga tumbuh 15,37% YoY pada periode yang sama.
Di tengah beragamnya sentimen tersebut, IHSG diperkirakan kembali menguji level 6.000.
"Investor perlu mencermati pergerakan indeks dan perkembangan pasar global untuk mengantisipasi volatilitas perdagangan," jelas Phintraco Sekuritas.
Untuk perdagangan di akhir pekan ini, riset Phintraco Sekuritas memasukkan saham ASII, EMAS, INCO, EXCL, dan ULTJ sebagai pilihan saham yang dapat dicermati investor.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: