Kredit Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
Di tengah dinamika pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah SLTA Gibran Rakabuming Raka, sebuah pesan berantai berisi skenario liar mendadak membanjiri grup-grup WhatsApp.
Narasinya di sejumlah platform itu adalah "Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diklaim bakal mengumumkan pengunduran diri usai salat Jumat (9/10/2026)".
Sementara, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut-sebut mendapat durian runtuh berupa jatah tiga kursi menteri.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, langsung membantah kabar dan spekulasi liar tersebut.
Budi Arie menyoroti anatomi kebohongan dalam pesan tersebut yang dirancang seolah-olah menyerupai bocoran informasi tingkat tinggi (A1).
Teks anonim itu merangkai cerita fiktif tentang pertemuan sosok "Muni Projo" dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, hingga isu lobi-lobi antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto terkait nasib Gibran.
Alih-alih fakta, Budi Arie menegaskan bahwa tangkapan layar tersebut adalah produk rekayasa dari kelompok pengadu domba yang ingin mengeruhkan iklim perpolitikan nasional.
Budi Arie memperingatkan agar publik tidak mudah terbuai oleh "jurnalisme instan" ala pesan berantai yang miskin sumber resmi.
Keputusan strategis menyangkut posisi pejabat negara kelas RI-2 maupun perombakan kabinet tidak mungkin disiarkan melalui desas-desus tangkapan layar buram.
“Hoax,” tegas Budi Arie, Kamis (8/10/2026).
Budi Arie juga mengunggah klarifikasi yang menyebut tangkapan layar percakapan tersebut merupakan hoaks yang sengaja dibuat dan disebarkan untuk mengadu domba.
“Hati-hati beredar hoax tangkapan layar yang sengaja dibuat dan disebar oleh kelompok pengadu domba,” ujar Budi Arie.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: