Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Netanyahu Berpotensi Mundurkan Pemilu di Israel, Alasan Khawatir Serangan Iran

Netanyahu Berpotensi Mundurkan Pemilu di Israel, Alasan Khawatir Serangan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Potensi berlanjutnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap situasi keamanan Israel menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir dilaporkan memperingatkan bahwa eskalasi militer dalam beberapa pekan mendatang dapat memaksa penundaan pemilu. Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat senior AS kepada Channel 12 Israel.

Menurut laporan itu, Zamir telah menerima pengarahan mengenai persiapan militer AS untuk kemungkinan melanjutkan operasi terhadap Iran dalam beberapa minggu ke depan.

Zamir disebut menilai serangan besar-besaran AS dapat memicu serangan balasan Iran berupa peluncuran rudal ke arah Israel. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko keamanan dan mengganggu pelaksanaan pemilu.

Meski demikian, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Israel mengenai penundaan pemungutan suara. Kemungkinan tersebut masih berupa peringatan yang dilaporkan media, bukan keputusan pemerintah.

Di Washington, Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Iran sebelum pemilihan umum di AS dan Israel berlangsung.

Pejabat senior AS yang dikutip dalam laporan tersebut memperkirakan keputusan mengenai waktu serangan dapat ditetapkan dalam tujuh hingga sepuluh hari mendatang. Namun, belum ada kepastian bahwa Trump akan menyetujui operasi militer baru.

Pentagon sebelumnya dilaporkan membahas sejumlah opsi serangan terhadap Iran. Salah satu skenario mencakup operasi intensif selama sekitar tiga hari dengan sasaran persenjataan rudal dan drone, fasilitas energi, serta instalasi militer.

Durasi tiga hari tersebut merujuk pada perkiraan lama operasi dalam skenario yang dilaporkan. Hal itu tidak berarti serangan telah dipastikan berlangsung atau akan dilaksanakan dalam jangka waktu tersebut.

Jika serangan kembali dilancarkan, Iran berpotensi merespons dengan menargetkan kepentingan AS atau Israel di kawasan. Namun, bentuk dan skala kemungkinan serangan balasan tersebut belum dapat dipastikan.

Potensi konflik baru menjadi perhatian bagi Israel karena dapat memengaruhi persiapan pemilu pada 27 Oktober. Eskalasi militer berpotensi menambah beban aparat keamanan dalam melindungi masyarakat dan mengamankan lokasi pemungutan suara.

Jika serangan rudal terjadi, pemerintah Israel juga dapat menghadapi kebutuhan untuk memprioritaskan penanganan keadaan darurat dan perlindungan warga.

Meski demikian, ancaman keamanan tidak serta-merta membuat pemilu harus ditunda. Keputusan mengenai jadwal pemungutan suara bergantung pada kondisi di lapangan serta ketentuan hukum dan keputusan resmi otoritas Israel.

Baca Juga: AS-Israel Tuduh Iran dalam Drama FlyDubai, Ini Keanehan Menurut Pakar

Konflik juga berpotensi memengaruhi dinamika politik dalam negeri. Apabila eskalasi meningkat, perhatian pemerintah dapat beralih dari agenda pemilu ke penanganan keamanan nasional.

Besarnya dampak terhadap proses politik Israel akan bergantung pada intensitas konflik dan perkembangan situasi keamanan dalam beberapa hari mendatang.

Untuk saat ini, kemungkinan serangan baru AS terhadap Iran, potensi serangan balasan Teheran, dan dampaknya terhadap jadwal pemilu Israel masih belum pasti. Belum ada keputusan resmi yang menyatakan operasi militer baru akan dilaksanakan ataupun pemilu Israel akan ditunda.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat