- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Gubernur Pramono Dorong Modal Dasar Bank Jakarta Naik Jadi Rp26 Triliun untuk Ekspansi Global
Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengusulkan peningkatan modal dasar PT Bank Jakarta (sebelumnya Bank DKI) secara signifikan dari Rp11,5 triliun menjadi Rp26 triliun, dengan modal disetor sebesar Rp6,578 triliun.
Peningkatan permodalan ini disiapkan untuk menopang rencana ekspansi bisnis bank daerah tersebut hingga ke tingkat internasional.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan Dana Cadangan Daerah di Gedung DPRD DKI Jakarta.
"Dalam rangka memperkuat kapasitas permodalan dan mendukung pengembangan usaha, modal dasar Bank Jakarta akan ditingkatkan dari sebelumnya Rp11,5 triliun menjadi Rp26 triliun, dengan modal disetor sebesar Rp6,578 triliun," ujar Pramono.
Selain penambahan modal, Bank DKI secara resmi melakukan penyesuaian bentuk badan hukum dan identitas menjadi PT Bank Jakarta Perseroda. Perubahan ini dilakukan untuk memenuhi regulasi perundang-undangan sekaligus memperluas jangkauan pasar dan kapasitas bisnis BUMD tersebut.
Meskipun kantor pusat tetap berada di Jakarta, payung hukum baru ini memberikan ruang bagi Bank Jakarta untuk membuka jaringan kantor cabang di luar wilayah Indonesia.
"Dari sisi kelembagaan, tempat kedudukan Bank Jakarta tetap berada di Jakarta, dengan kewenangan membuka kantor layanan di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelas Pramono.
Pramono menambahkan bahwa bank pembangunan daerah yang beroperasi sejak 11 April 1961 ini memerlukan penguatan struktur permodalan guna mengoptimalkan penyaluran kredit serta memperbesar kapasitas usaha.
Suntikan dana dan transformasi kelembagaan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta secara berkelanjutan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: