Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Syahganda Bongkar Alasan Prabowo Perlu Mengajak PDIP Masuk Pemerintahan

Syahganda Bongkar Alasan Prabowo Perlu Mengajak PDIP Masuk Pemerintahan Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Aktivis politik senior yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengungkap keuntungan yang bisa diperoleh Presiden Prabowo Subianto apabila berhasil mengajak PDIP bergabung ke dalam pemerintahan.

Menurut Syahganda, salah satu keuntungan terbesar adalah bertambahnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk membantu jalannya pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda dalam siniar Total Politik yang tayang pada 23 September 2026, sebelum dirinya dilantik sebagai Kepala Bakom RI.

"Source person-nya kan tambah dong. Kan banyak juga orang-orang PDI yang memang dia punya kecakapan dalam bekerja. Nah, itu kan pasti diuntungkan," ujarnya dikutip Sabtu (10/10).

Ia mencontohkan mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang dinilainya dapat memberikan kontribusi positif apabila bergabung ke dalam pemerintahan Prabowo.

"Kalau aku sih misalkan kayak Ganjar kalau dia masuk dalam pemerintahan ya itu akan sangat menolong pemerintahan ini menjadi lengkaplah gitu," tegasnya.

Sebagai informasi, PDIP secara resmi menempatkan diri sebagai partai penyeimbang di luar pemerintahan Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Syahganda Usul 3 Rival Prabowo Masuk Kabinet

Sikap politik tersebut kembali ditegaskan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, melalui berbagai amanat internal maupun forum resmi partai.

Sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif yang berada di luar kabinet, PDIP menilai peran sebagai penyeimbang sangat penting untuk menjaga kesehatan demokrasi dan mencegah terjadinya dominasi kekuasaan oleh satu kekuatan politik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya