Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Balik Janji PTN Gratis Prabowo, Wamen Stella Ungkap Persoalan yang Tak Banyak Diketahui

Di Balik Janji PTN Gratis Prabowo, Wamen Stella Ungkap Persoalan yang Tak Banyak Diketahui Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie mengundang masyarakat untuk menyampaikan pandangan mereka terkait gagasan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pendidikan tinggi gratis di perguruan tinggi negerin (PTN).

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Jumat (9/10/2026), Stella menjelaskan bahwa mewujudkan kuliah gratis bukan perkara sederhana. Menurutnya, ada sejumlah tantangan yang harus dipertimbangkan agar kualitas pendidikan tetap terjaga.

"Kita inginnya UKT (Uang Kuliah Tunggal) murah atau bahkan gratis, tapi gaji dosen harus tinggi dan juga dana riset harus banyak," ucap Stella, dikutip Senin (12/10).

Stella menjelaskan bahwa sistem perguruan tinggi dapat dianalogikan sebagai sebuah segitiga yang terdiri dari tiga unsur utama, yakni kualitas, keterjangkauan, dan kuantitas. Menurutnya, sangat sulit mencapai ketiganya secara maksimal dalam waktu bersamaan.

"Bapak Presiden mencanangkan bahwa kita akan menuju ke Perguruan tinggi Negeri akan gratis. Inilah yang dimaksud dengan keterjangkauan. Tetapi keterjangkauan ini tetap harus diseimbangkan dengan kualitas yang baik. Tentu saja kita tidak mau perguruan tinggi kita itu gratis tapi abal-abal. Nah kalau kualitasnya baik dan terjangkau atau bahkan gratis, bisakah ini kita berikan sebanyak-banyaknya? Wah anggarannya itu tak terpikirkan dong, jadi sulit untuk tiga-tiganya itu nyambung," jelasnya.

Stella juga mengingatkan bahwa mengambil posisi tengah-tengah pada ketiga aspek tersebut bukan selalu menjadi solusi terbaik. Menurutnya, pendekatan semacam itu justru berisiko membuat tidak ada satu pun aspek yang benar-benar unggul.

"Jadi, semua harus memilih strategi. Misalnya Amerika Serikat memilih strategi lebih kepada kualitas dan kuantitas. Bagus kualitasnya, kuantitasnya juga lumayan banyak. Tetapi, kalian tahu, kuliah di Amerika Serikat itu mahalnya luar biasa," katanya.

Baca Juga: Tanggapi Ide Prabowo soal Kuliah S1 Gratis, Guru Besar UNJ: Mayoritas PTN Belum di Posisi Siap

Sementara itu, China dinilai lebih menitikberatkan pada kualitas dan keterjangkauan, sehingga kapasitasnya lebih terbatas.

"Nah menurut kalian Indonesia perguruan tinggi kita ini sekarang berada di mana? Ayo tolong isi di survei, kita ingin masukan dari kalian," kata alumnus Harvard University ini. Pertanyaan kedua dari Stella, menurut rakyat, perguruan tinggi Indonesia harusnya condong ke aspek mana di dalam segitiga tersebut. "Ayo jawab karena ini sangat membantu kita untuk memikirkan kebijakan kita dengan sebijaksana mungkin," tandasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya