Kredit Foto: BPMI
Dukungan sejumlah partai politik terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 mulai bermunculan. Namun, di tengah sikap PKB dan Golkar yang telah menyatakan dukungan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih belum menentukan arah politiknya untuk kontestasi mendatang.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa sikap partainya saat ini adalah mendukung pemerintahan Prabowo hingga 2029. Adapun keputusan mengenai kandidat yang akan didukung dalam Pilpres 2029 masih menunggu hasil musyawarah Majelis Syuro PKS.
"Musyawarah Majelis Syuro menetapkan bahwa PKS mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sukses hingga 2029," kata Kholid kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Faisol Riza: PKB 1.000% Dukung Prabowo Maju Capres 2029 Tanpa Alasan
"Terkait Pilpres 2029, musyawarah Majelis Syuro belum menetapkan keputusan. Tentu nanti DPP menunggu arahan dan keputusan dari musyawarah Majelis Syuro, siapakah capres atau cawapres yang akan didukung pada Pilpres 2029 nanti," ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar pembahasan mengenai Pilpres 2029 tidak dilakukan secara terburu-buru. Menurut Kholid, fokus utama saat ini seharusnya memastikan pemerintahan Prabowo berjalan dengan baik hingga masa jabatannya berakhir.
"Kita tunggu saja Musyawarah Majelis Syuro nanti yang akan putuskan, tidak harus buru-buru kan. Lebih baik sekarang fokus tuntaskan pemerintahan bekerja sebaik-baiknya dulu," ungkap dia.
Sikap PKS ini berbeda dengan PKB yang telah menyatakan dukungan penuh terhadap Prabowo untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2029.
Baca Juga: Jokowi Mulai Rem Soal Dua Periode? Pengamat: Gibran Tak Dimakzulkan Saja Sudah Bagus
"PKB mendukung 100 persen atau bahkan 1.000 persen pencalonan kembali Prabowo Subianto sebagai capres 2029, karena memang beliau sangat layak kembali memimpin Indonesia untuk dua periode," kata Wakil Ketua Umum PKB, Faisol Riza, Senin (12/10/2026).
Selain PKB, Partai Golkar juga telah menyatakan dukungan kepada Prabowo untuk kembali maju sebagai capres. Meski demikian, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan partainya belum menentukan sosok yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden.
"Kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya. Kenapa tidak sekaligus calon wakil presidennya? Pertama, waktu itu saya jelaskan, untuk penetapan atau penentuan penetapan calon wakil presiden itu selalu nanti biasanya menjelang-menjelang, pendaftaran capres dan cawapres," kata Doli kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri