Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

John Herdman Ketar-ketir di MotoGP Mandalika, Akui Takut Bendera Finis Terjatuh

John Herdman Ketar-ketir di MotoGP Mandalika, Akui Takut Bendera Finis Terjatuh Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Berdiri di tepi lintasan MotoGP ternyata bisa membuat John Herdman merasakan ketegangan yang berbeda dari pertandingan sepak bola. Pelatih Timnas Indonesia itu bahkan membandingkan pengalamannya mengibarkan bendera finis di Mandalika dengan suasana ketika Skuad Garuda menghadapi babak tambahan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Herdman menjalankan tugas tersebut dalam gelaran MotoGP Mandalika 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). Ia dipercaya mengibarkan bendera kotak-kotak hitam putih sebagai tanda berakhirnya balapan utama.

"Ya, aku bersemangat. Maksudku, itu momen yang menegangkan," kata Herdman dalam video yang diunggah akun Instagram TheMandalikaGP.

Meski terbiasa menghadapi tekanan dalam pertandingan sepak bola, Herdman mengaku sempat khawatir ketika menjalankan tugas di lintasan. Ia bahkan takut bendera yang dipegangnya terjatuh saat para pembalap menyelesaikan balapan.

"Rasanya seperti berada di GBK saat babak tambahan waktu. Saya takut akan menjatuhkan bendera. Tapi, tidak, ini sangat menyenangkan," ujarnya.

Perbandingan dengan GBK bukan tanpa alasan. Sebagai pelatih Timnas Indonesia, Herdman terbiasa berada dalam atmosfer pertandingan yang melibatkan harapan suporter dan tuntutan untuk mendapatkan hasil terbaik.

Namun, mengibarkan bendera finis memberinya bentuk ketegangan yang berbeda. Kali ini, ia tidak sedang menyusun strategi atau memberikan instruksi kepada pemain, melainkan berdiri di dekat lintasan ketika motor-motor berkecepatan tinggi melaju menuju garis finis.

Pengalaman itu sekaligus memperlihatkan bahwa Herdman tidak hanya menikmati kesempatan hadir di ajang balap internasional tersebut. Ia juga merasakan langsung sensasi berada dekat dengan persaingan yang selama ini mungkin hanya ia saksikan sebagai penonton.

"Saya belum pernah merasakan kecepatan seperti itu dari jarak sedekat ini sebelumnya," katanya.

Herdman turut mengapresiasi kualitas para pembalap dan tim yang tampil di Mandalika. Menurutnya, menyaksikan tim-tim dengan performa tinggi dari jarak dekat memberikan kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru.

"Kemudian, melihat tim-tim dengan performa tinggi dan betapa elite-nya mereka, kita selalu bisa mempelajari sesuatu. Jadi, ini merupakan hari yang menyenangkan," ujarnya.

Baca Juga: Tak Pilih Striker, Ini Kata John Herdman Soal Pilih Bek untuk Eksekutor Penalti di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kehadiran Herdman di Sirkuit Mandalika berlangsung tidak lama setelah ia membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada final di GBK, Senin (5/10/2026), setelah pertandingan berakhir imbang hingga babak tambahan.

Keberhasilan tersebut membuat Herdman melewati salah satu momen penting selama menangani Timnas Indonesia. Beberapa hari kemudian, ia kembali merasakan atmosfer olahraga berintensitas tinggi, meski kali ini bukan dari bangku pelatih di pinggir lapangan sepak bola.

Herdman juga menjadi sosok yang tidak biasa untuk menjalankan tugas pengibaran bendera finis di Mandalika. Ia disebut menggantikan Agnez Mo, yang sebelumnya masuk dalam rencana pengisi tugas tersebut setelah Raffi Ahmad lebih dulu ditunjuk.

Sebelum Herdman, pengibaran bendera finis di Mandalika juga pernah melibatkan figur publik seperti Maia Estianty pada 2024 dan Angga Yunanda pada 2025. Herdman menjadi figur dari dunia sepak bola yang mendapat kesempatan menjalankan peran itu.

Sementara itu, balapan utama MotoGP Mandalika 2026 dimenangi Marco Bezzecchi. Ia finis di depan Raul Fernandez dan Jorge Martin, sedangkan Ai Ogura berada di posisi keempat.

Bagi Herdman, hasil balapan bukan satu-satunya hal yang membekas dari kunjungannya ke Mandalika. Pengalaman berdiri di garis finis membuatnya merasakan ketegangan dari sudut pandang berbeda, bahkan mengingatkannya pada suasana pertandingan Timnas Indonesia di GBK.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama