Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguji level 5.800-5.900 pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyoroti sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham.
Dari pasar global, indeks saham Wall Street ditutup bervariasi (mixed) pada Senin (12/10/2026).
"Investor masih mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta laporan kinerja kuartalan sejumlah bank besar di negara tersebut yang dijadwalkan berlangsung pekan ini," tulis Phintraco Sekruitas.
Pergerakan harga komoditas juga menjadi perhatian pelaku pasar. Harga minyak mentah Brent ditutup menguat 1,8% ke level US$106 per barel pada Senin (12/10). Sementara itu, harga emas spot melemah 0,6% ke level US$4.170 per troy ounce.
Di dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi kepada 70 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan. Perkembangan ini menjadi salah satu informasi domestik yang perlu dicermati investor.
"Adapun pasar obligasi AS tidak beroperasi pada Senin (12/10/2026), karena memperingati Hari Columbus," ungkap Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: IHSG Rontok 2,59% ke 5.936, Ini Penyebabnya
Baca Juga: IHSG Ditutup Terpukul ke Zona Merah, Turun 2,59% ke Level 5.936,14
Maka dari itu, investor perlu mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik serta pergerakan IHSG di tengah proyeksi pengujian level 5.800-5.900.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan, yakni PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: