Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Asing Ramai-ramai Tawarkan Bantuan untuk Karhutla, Menterinya Prabowo: Lebih Baik Kita...

Asing Ramai-ramai Tawarkan Bantuan untuk Karhutla, Menterinya Prabowo: Lebih Baik Kita... Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tawaran bantuan dari sejumlah negara untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia belum langsung diterima begitu saja oleh pemerintah.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan, setiap tawaran akan dikurasi terlebih dahulu agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Daripada nanti salah-salah ini ya, lebih baik kita kurasi dulu biar pas,” kata Jumhur di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Jumhur menjelaskan, pemerintah perlu melihat secara rinci bentuk bantuan yang ditawarkan negara lain sebelum memutuskan tindak lanjutnya. Ia mencontohkan tawaran pengerahan 50 petugas untuk membantu penanganan karhutla.

Baca Juga: Karhutla Bikin Cemas, Gubernur Kaltim Malah Keciduk di Singapura, Ternyata...

Menurutnya, Indonesia sendiri telah mengerahkan puluhan ribu personel untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi niat negara lain yang ingin membantu.

"Karena ada yang mengatakan memberi bantuan sampai 50 orang, ya kita sudah puluhan ribu mengerahkan, tapi kita terima kasih ada keinginan membantu," ujarnya.

Tawaran bantuan juga datang dalam bentuk operasi water bombing atau pengeboman air untuk memadamkan api dari udara. Namun, Jumhur menyebut Indonesia telah menjalankan operasi tersebut secara mandiri dengan mengerahkan sejumlah sumber daya.

“Kalau misalnya membantu apa, bantu water bombing, ya sekarang kita sudah berapa banyak mengerahkan itu juga,” ungkap Jumhur.

Salah satu negara yang menawarkan bantuan adalah Malaysia, yang juga terdampak asap karhutla. Dikutip dari Sinar Harian, tawaran tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, saat melakukan kunjungan resmi ke Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu, ia turut bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Untuk menindaklanjuti tawaran bantuan tersebut, Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia (NADMA) bersama Kementerian Luar Negeri Malaysia disebut telah mengirimkan surat kepada mitra masing-masing di Indonesia. Namun, hingga Minggu, pemerintah Malaysia belum menerima tanggapan.

"Kita menawarkan dengan ikhlas, tetapi tidak ada respons untuk kita membantu mereka. Kita ucapkan terima kasih," kata Ahmad Zahid.

Meski belum mendapat jawaban, Ahmad Zahid menyatakan pemerintah Malaysia tetap memilih berprasangka baik terhadap Indonesia. Ia menduga belum adanya respons bisa jadi karena Indonesia merasa belum membutuhkan bantuan yang ditawarkan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: