Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Genjot Investasi Subang, PLN Operasikan Gardu Induk 150 kV

Genjot Investasi Subang, PLN Operasikan Gardu Induk 150 kV Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Kesiapan infrastruktur energi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing kawasan industri dan menarik investasi baru.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 kV Subang Baru di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Infrastruktur ini diharapkan mampu memperkuat keandalan pasokan listrik bagi sektor manufaktur, termasuk untuk mendukung kebutuhan pelanggan industri besar seperti VinFast, Taekwang, dan EcoPaper.

Kehadiran GI 150 kV Subang Baru menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan sistem kelistrikan di tengah perkembangan aktivitas industri dan investasi di Kabupaten Subang. Pasokan listrik yang andal dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan operasional pabrik sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi seiring ekspansi kegiatan ekonomi.

Gardu induk ini memiliki kapasitas 2 x 60 MVA. Infrastruktur tersebut juga didukung Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Subang Baru Incomer dengan 38 menara dan panjang jaringan 52,151 kilometer sirkit (kms).

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan pengoperasian gardu induk tersebut merupakan bagian dari upaya PLN menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan yang mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri dan investasi.

“Energize GI 150 kV Subang Baru merupakan langkah nyata PLN dalam memperkuat fondasi kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kami tidak hanya menyiapkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini, tetapi juga memastikan sistem kelistrikan memiliki kapasitas dan keandalan yang memadai untuk mengantisipasi pertumbuhan industri serta investasi di masa mendatang,” ujar Kishartanto, Kamis (15/10/2026).

Selain menambah dukungan kapasitas kelistrikan, keberadaan GI 150 kV Subang Baru meningkatkan fleksibilitas pengelolaan beban pada jaringan listrik di wilayah Subang.

Infrastruktur tersebut memungkinkan pengalihan beban dari gardu induk maupun penyulang yang mengalami pembebanan tinggi. Dengan distribusi beban yang lebih optimal, risiko gangguan akibat tumpang tindih pembebanan dapat diminimalkan sehingga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan semakin terjaga.

Penguatan sistem ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesiapan jaringan dalam melayani pertumbuhan kebutuhan listrik pelanggan berskala besar. Bagi sektor manufaktur, keandalan pasokan energi menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga produktivitas dan mengurangi risiko gangguan operasional.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Jawa Bagian Tengah 2, Husni Wardana, menjelaskan bahwa pengoperasian gardu induk tersebut merupakan hasil rangkaian pekerjaan konstruksi, instalasi peralatan, pengujian, dan commissioning yang dilakukan secara terintegrasi dengan mengutamakan keselamatan serta mutu pekerjaan.

“Hingga saat ini GI 150 kV Subang Baru memiliki kapasitas 2 x 60 MVA dan didukung jaringan SUTT 150 kV Subang Baru Incomer sepanjang 52,151 kms dengan 38 tower. Secara sistem, infrastruktur ini akan memperkuat konfigurasi jaringan kelistrikan di wilayah Subang dan memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam pengelolaan serta evakuasi beban,” kata Husni.

Pembangunan jaringan transmisi dilakukan dengan memotong jalur SUTT 150 kV Sukamandi–Haurgeulis untuk membentuk konfigurasi jaringan yang mendukung penyaluran tenaga listrik secara lebih optimal.

Menurut Husni, penyelesaian proyek tersebut turut didukung koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, masyarakat, kontraktor, konsultan, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai standar keselamatan dan mutu yang ditetapkan.

Penguatan jaringan kelistrikan di Subang sejalan dengan kebutuhan penyediaan infrastruktur dasar untuk menopang pertumbuhan kawasan industri di Jawa Barat. Seiring meningkatnya aktivitas manufaktur, kesiapan pasokan listrik menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan untuk menjaga keberlanjutan operasional industri dan mendukung realisasi investasi.

Baca Juga: Danantara Minta Maaf soal Blackout Batam, Janji Benahi Layanan PLN

Kishartanto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga mendukung terbentuknya ekosistem investasi yang kompetitif.

“Bagi PLN, pembangunan infrastruktur ini bukan hanya tentang menghadirkan energi listrik. Lebih dari itu, kami ingin memastikan setiap investasi yang masuk ke Indonesia didukung oleh infrastruktur energi yang memadai. Dengan begitu, investasi dapat berkembang, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Jawa Barat,” ujarnya.

Kendati demikian, dampak ekonomi dari pembangunan infrastruktur kelistrikan juga bergantung pada perkembangan realisasi investasi, ekspansi kapasitas produksi industri, dan penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut.

Beroperasinya GI 150 kV Subang Baru, PLN UIP JBT memperkuat kesiapan sistem kelistrikan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi di Kabupaten Subang.

"Infrastruktur ini diharapkan dapat menunjang keberlangsungan kegiatan manufaktur sekaligus mendukung pengembangan ekonomi daerah dalam jangka panjang,"pungkasnya

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Fajar Sulaiman