Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tanggapi Mahfud MD yang Suruh Gibran Mundur, PSI Bongkar Niat Lawan Politik yang 'Lapar'

Tanggapi Mahfud MD yang Suruh Gibran Mundur, PSI Bongkar Niat Lawan Politik yang 'Lapar' Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, meminta Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan di tengah polemik yang menyeret nama Gibran.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedy pada Rabu (14/10/2026) untuk merespons saran mantan Menko Polhukam Mahfud MD agar Gibran mempertimbangkan mundur dari jabatan wakil presiden terkait polemik ijazah sekolah menengah atas (SMA).

“Kalau menurut saya sebagai rakyat yang menitipkan suaranya ke pasangan Prabowo-Gibran, jalan terus dan fokus saja bekerja membereskan masalah-masalah yang sedang banyak menimpa bangsa ini,” kata Dedy Nur Palakka, Rabu (14/10/2026).

Dedy juga meminta pasangan tersebut tidak terpengaruh oleh berbagai opini yang berkembang di tengah dinamika politik nasional. Ia menyindir pihak-pihak yang menurutnya menginginkan pergantian presiden dan wakil presiden.

“Nggak usah pikirin opini-opini nggak jelas, terutama dari kawan-lawan politik yang lapar pengen ganti Presiden dan Wakil Presiden,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pergantian presiden maupun wakil presiden harus dilakukan melalui prosedur yang telah diatur dalam konstitusi.

“Bangsa ini sudah punya mekanisme dalam urusan mengganti Presiden dan Wakil Presiden secara konstitusional,” tandasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD menjelaskan bahwa polemik ijazah Gibran dapat ditindaklanjuti melalui dua jalur, yakni mekanisme politik di DPR dan proses hukum pidana sesuai dasar hukum yang berlaku.

Baca Juga: Era Dinasti Jokowi di Ujung Tanduk, Gibran Jadi Kunci yang Disorot

Mahfud juga menyebut Gibran dapat mempertimbangkan mundur dengan tetap membuka peluang mengikuti kontestasi politik pada 2029. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan salah satu opsi di tengah polemik yang berkembang.

“Ini kan soal politik ya, sehingga silakan DPR apakah langsung mau melakukan itu dan usul-usul itu telah ada. Atau Mas Gibran dengan segala kebesaran hati menyatakan, ‘Sudahlah, saya mundur,’ lalu persiapkan diri untuk running untuk tahun 2029. Saya kira lebih terhormat,” jelas Mahfud.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy