Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mahfud MD Geram: 'Bangsa Kita Sakit!'

Mahfud MD Geram: 'Bangsa Kita Sakit!' Kredit Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD tak mampu menyembunyikan rasa prihatin dan kegeramannya menanggapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Skandal ini dinilai sangat ironis di tengah rentetan bencana alam yang sedang melanda berbagai daerah.

Melalui keterangannya pada Rabu (14/10), Mahfud menilai tindakan menilap anggaran darurat bencana saat masyarakat sedang menderita merupakan indikasi krisis moral yang sangat parah di tingkat birokrasi.

Mahfud menyebut peristiwa ini sebagai kabar yang sangat memprihatinkan bagi penegakan hukum dan kemanusiaan di Indonesia. Ia menyayangkan lembaga yang seharusnya menjadi benteng pertolongan bagi korban bencana justru menjadi sarang praktik korupsi.

"Sedih banget ini. Bangsa kita sepertinya betul-betul sakit. Bencana terjadi di mana-mana, tetapi dana untuk penanganan bencana dikorupsi di lembaga pemerintahan yang mengurusi bencana. Bayangkan, OTT korupsi oleh KPK terjadi di BNPB," tegas Mahfud.

Dalam penindakan tersebut, penyidik KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berharga. Selain uang tunai bernilai Rp 1,4 miliar, tim antirasuah juga menyita barang bukti berupa logam mulia emas.

Pihak KPK mengonfirmasi bahwa operasi tangkap tangan ini berkaitan langsung dengan dugaan penyalahgunaan Dana Siap Pakai (DSP) yang diperuntukkan bagi penanganan darurat kebencanaan. Sejumlah oknum yang terjaring dalam OTT tersebut telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di sel tahanan.

Hingga saat ini, KPK masih terus mendalami konstruksi perkara dan belum merilis secara rinci jajaran pejabat BNPB maupun pihak lain yang terlibat dalam skandal penyelewengan dana bencana tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat