Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Dibuka Melemah, Koreksi Makin Dalam ke Level 5.896

IHSG Dibuka Melemah, Koreksi Makin Dalam ke Level 5.896 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (15/10/2026). IHSG memulai perdagangan di level 5.917,13, turun 25,89 poin atau 0,44% dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.943.

Tekanan jual berlanjut pada awal perdagangan. IHSG sempat turun ke level 5.896,49, terkoreksi 46,54 poin atau 0,78% dari penutupan hari sebelumnya.

Pada perdagangan pagi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.917,70, tak jauh dari posisi pembukaan. Sementara itu, level terendah tercatat di 5.892,98.

Aktivitas transaksi pada awal sesi mencatat volume perdagangan sebanyak 18,24 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp271,35 miliar.

IHSG Dipengaruhi Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG bergerak sideways pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Indeks akan bergerak di kisaran level 5.800–6.000. 

"Pelaku pasar perlu mencermati kenaikan harga minyak dunia serta ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang berpotensi menekan sentimen pasar," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.

Sentimen global masih dibayangi pelemahan bursa saham Wall Street pada Rabu (14/10/2026). Penurunan tersebut dipicu data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan serta tekanan pada saham-saham teknologi.

Inflasi berdasarkan Consumer Price Index (CPI) AS tercatat meningkat 0,6% secara bulanan atau month on month (mom) dan 3,7% secara tahunan atau year on year (yoy) pada September 2026. 

"Angka tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga, yang dapat meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham," ungkap Phintraco Sekuritas.

Dari Asia, inflasi Tiongkok tercatat naik 0,9% YoY pada September 2026. Sementara itu, ekspor negara tersebut melonjak 36,3% YoY pada periode yang sama, memberikan gambaran mengenai perkembangan aktivitas perdagangan di ekonomi terbesar kedua dunia itu.

Baca Juga: IHSG Gagal Tembus 6.000, Waspadai Koreksi!

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways, Investor Waspadai Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Pergerakan harga komoditas juga menjadi perhatian. Harga minyak mentah Brent menguat ke level US$106 per barel pada Rabu (14/10). Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan biaya bagi sejumlah sektor usaha serta memengaruhi ekspektasi inflasi global.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun turun 2 basis poin ke level 5,19%. Sebaliknya, harga emas spot melemah 1,5% ke posisi US$4.093 per troy ounce.

Dengan beragam sentimen tersebut, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam rentang 5.800–6.000 pada perdagangan hari ini. 

"Investor disarankan mencermati perkembangan inflasi AS, arah kebijakan The Fed, dan pergerakan harga minyak sebagai faktor yang dapat memengaruhi volatilitas pasar," jelas Phintraco Sekuritas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan