Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil Dijadwalkan Resmikan LPG Plant Cilamaya, Segini Kapasitasnya

Bahlil Dijadwalkan Resmikan LPG Plant Cilamaya, Segini Kapasitasnya Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Karawang -
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, dijadwalkan meresmikan fasilitas Liquefied Petroleum Gas (LPG) Plant Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). Fasilitas  pengolahan gas bumi cair ini dioperasikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa.

Pabrik tersebut dirancang mengolah sekitar 40 juta kaki kubik standar gas per hari yang bersumber dari wilayah kerja Offshore North West Java. Dari proses pengolahan ini, fasilitas Cilamaya ditargetkan mampu menghasilkan LPG sebanyak 163 metrik ton per hari serta kondensat hingga 1.891 barel per hari.

Keberadaan kilang baru ini menjadi langkah strategis di tengah lebarnya jurang antara produksi domestik dan konsumsi nasional. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM mencatat total prognosis kebutuhan LPG Indonesia tahun ini mencapai 8,6 juta ton. Namun, kemampuan produksi dalam negeri saat ini baru berkisar antara 1,6 hingga 1,7 juta ton, sehingga sisanya harus ditutupi melalui impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai impor LPG Indonesia pada 2024 menembus angka 3,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp64,1 triliun. Amerika Serikat menjadi pemasok terbesar yang menyumbang sekitar 53 persen atau setara 2,03 miliar dolar AS dari total impor, disusul oleh Qatar sebesar 11 persen dan Uni Emirat Arab sebesar 10 persen.

Tingginya ketergantungan pada rantai pasok luar negeri membuat stabilitas energi nasional rentan terhadap gejolak harga pasar global dan ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu jalur distribusi internasional. 
Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyatakan bahwa dua Liquid Petroleum Gas plant  (pabrik LPG) telah berhasil mencapai tahap commissioning atau uji coba produksi. 
"Commissioning sudah selesai, tinggal izin niaga LPG atau LNG-nya yang harus diurus. Begitu izin ada, langsung peresmian," ungkap Djoko di kantor Kementerian ESDM, Selasa (18/5/2026).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra