Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AI Bukan Ancaman bagi Engineer, Justru Bantu Ringankan 80% Pekerjaan

AI Bukan Ancaman bagi Engineer, Justru Bantu Ringankan 80% Pekerjaan Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di bidang desain teknik tidak serta-merta menghilangkan pekerjaan engineer. Sebaliknya, teknologi ini berpotensi membantu meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan efisiensi proses perancangan, tanpa menghilangkan peran manusia dalam menentukan hasil akhir.

Application Engineer PT Indonesia Applicad, Nugroho Nurwibowo, mengatakan AI dapat menjadi asisten bagi engineer dalam menjalankan berbagai pekerjaan teknis, termasuk membuat gambar desain secara otomatis (auto-generate drawing) dan menyusun instruksi perakitan.

Menurutnya, AI mampu memberikan rekomendasi dan membantu menyelesaikan sebagian besar proses pekerjaan. Namun, hasil yang dihasilkan teknologi tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan dan penilaian engineer agar sesuai dengan kebutuhan teknis.

“Jadi sebagai informasi, jangan takut ketika ada AI ini, pekerjaan kita sebagai engineer akan totalnya hilang. Tidak, Bapak-Ibu. Justru dengan AI harusnya membantu. Tetap sentuhan akhirnya itu ada di kita sebagai manusianya,” ujar Nugroho, di Hotel Inn Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, engineer tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan akurasi hasil desain yang dihasilkan AI. Apabila terdapat bagian yang kurang tepat, engineer dapat melakukan koreksi atau menambahkan detail yang diperlukan.

“Jadi, apakah akurat? Iya. AI cukup akurat. Tapi, kita tetap butuh assessment kita sebagai manusia, sebagai engineer, untuk ngebenerin lagi sedikit-sedikit. Kalau kurang ya tinggal ditambahin lagi,” katanya.

Nugroho mengibaratkan AI sebagai asisten virtual yang memberikan arahan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan. Meski demikian, keputusan untuk menerima, mengubah, atau menyempurnakan hasilnya tetap berada di tangan engineer yang memiliki pemahaman teknis.

Dengan demikian, pemanfaatan AI bukan berarti menggantikan keahlian engineer, melainkan membantu mereka bekerja lebih produktif. Otomatisasi memungkinkan pekerjaan awal diselesaikan lebih cepat sehingga engineer dapat lebih berfokus pada pemeriksaan, penyelesaian masalah, dan penyempurnaan desain.

Baca Juga: Tembus 5 Juta Pengguna, Transaksi Digital balé by BTN Melesat 46 persen

Baca Juga: Adik Kandung Presiden Prabowo Bilang Pemerintah Mau Bagi-Bagi HP Gratis dan Rekening Digital

Nugroho memperkirakan sekitar 80% pekerjaan dapat terbantu oleh AI, sementara sisanya tetap membutuhkan keterlibatan manusia untuk memastikan hasil akhir sesuai dengan kebutuhan.

“Toh, 80% kerjaan kita sudah dibantuin sama AI. Kita tinggal menyelesaikan 20%-nya doang kok,” pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra