Jubir Baru Donald Trump Mencurigakan, Kualifikasi sebagai Pengacara Dipertanyakan
Kredit Foto: Instagram
Penunjukan Katie Zacharia sebagai sekretaris pers Gedung Putih di bawah pemerintahan Donald Trump diwarnai polemik mengenai latar belakang profesinya.
Organisasi pengawas Campaign for Accountability meminta State Bar of California menyelidiki dugaan bahwa Zacharia memperkenalkan dirinya sebagai pengacara meski tidak tercatat memiliki izin praktik hukum di Amerika Serikat.
Laporan AFP pada Rabu (14/10/2026) menyebutkan, pengaduan tersebut berangkat dari sejumlah pernyataan Zacharia yang menyebut dirinya sebagai pengacara. Ia juga pernah mencantumkan posisi general counsel atau penasihat hukum umum di sebuah organisasi nirlaba konservatif di California.
Direktur Eksekutif Campaign for Accountability, Michelle Kuppersmith, menilai penggunaan status profesional tersebut perlu diperiksa oleh otoritas yang berwenang.
"Ibu Zacharia berulang kali mengaku sebagai pengacara untuk memperkuat reputasi dan kredibilitasnya," kata Kuppersmith.
"State Bar harus menyelidiki apakah Ibu Zacharia telah menyesatkan publik mengenai kualifikasinya," lanjutnya.
Sorotan terhadap latar belakang Zacharia muncul setelah Trump memperkenalkannya sebagai pengacara ketika mengumumkan penunjukannya pada Jumat (9/10/2026). Penelusuran sejumlah wartawan kemudian tidak menemukan catatan izin praktik hukum atas namanya di negara bagian mana pun di AS.
State Bar of California juga menyatakan tidak menemukan registrasi izin praktik atas nama Zacharia, baik dengan nama setelah menikah maupun nama gadisnya.
Zacharia menempuh pendidikan hukum di Universitas Pepperdine dan menyelesaikannya pada 2011. Berdasarkan profil profesionalnya, ia kemudian pernah bekerja di sebuah firma hukum di Beijing.
Ketika dimintai penjelasan mengenai kualifikasinya, Zacharia mengatakan bahwa pekerjaannya berfokus pada transaksi hukum internasional.
"Saya berpraktik di bidang hukum transaksi internasional, dengan kualifikasi yang sesuai," ujarnya kepada AFP.
Namun, pertanyaan mengenai izin praktiknya kembali mencuat saat ia menggelar pengarahan pers pertamanya di Gedung Putih pada Selasa (13/10/2026). Seorang wartawan menanyakan di mana ia mengikuti ujian profesi advokat atau bar exam.
Zacharia menjawab, "Saat saya pindah ke China."
Di China, warga negara asing tidak dapat mengikuti ujian untuk menjadi advokat setempat. Meski demikian, terdapat jenis pekerjaan hukum tertentu yang dapat dilakukan warga asing di firma hukum sesuai aturan yang berlaku.
Perhatian terhadap sekretaris pers baru Gedung Putih itu tidak hanya tertuju pada kualifikasi hukumnya. Penampilan perdananya saat berhadapan dengan wartawan juga menuai tanggapan kritis.
Pengarahan tersebut berlangsung sekitar 14 menit. Selama sesi itu, Zacharia lebih banyak membaca catatan yang telah disiapkan dan menerima pertanyaan dari tiga organisasi berita yang dinilai memiliki pandangan simpatik terhadap Trump.
Ia beberapa kali terlihat terbata-bata ketika memberikan jawaban. Dalam salah satu kesempatan, Zacharia juga keliru menyebut Trump sebagai suaminya.
Mantan sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, yang kini bekerja sebagai pembawa acara televisi, turut mengomentari penampilan tersebut. Ia menyamakannya dengan sketsa komedi dalam program Saturday Night Live.
Trump justru memberikan respons positif ketika ditanya mengenai kinerja juru bicara barunya.
"Menurut saya, kinerjanya sangat bagus," kata Trump kepada wartawan.
Zacharia menggantikan Karoline Leavitt, yang meninggalkan jabatan sekretaris pers Gedung Putih pada Agustus 2026. Leavitt sebelumnya dikenal sebagai salah satu pejabat yang paling aktif membela pemerintahan Trump pada masa jabatan keduanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: