Jelang Pertemuan Prabowo-Megawati, Muncul Prediksi Mengejutkan soal Arah Politik PDIP
Kredit Foto: BPMI
Pengamat politik Adi Prayitno memprediksi arah langkah politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap Presiden Prabowo Subianto menjelang Pilpres 2029.
Menurut Adi, PDIP berpeluang bergabung dengan Prabowo pada kontestasi mendatang. Ia menilai hubungan politik antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat ini cukup hangat.
"Jadi sekalipun PDIP hari ini itu berada di luar kekuasaan tapi pada saat yang bersamaan hubungan politik antara Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri bisa saja menjadi lem perekat bagaimana kedua partai ini bisa saling bekerja sama di Pilpres," ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Jumat (16/10).
Namun, Adi juga melihat kemungkinan sebaliknya. Menurutnya, apabila tidak tercipta kecocokan politik atau kesepahaman di antara kedua pihak, PDIP berpotensi kembali menjadi rival politik Prabowo.
"Atau sebaliknya kalau chemistry-nya tidak cocok, kalau tidak sepaham, tidak ada negosiasi yang kemudian bisa dikompromikan, ya sangat mungkin untuk yang kesekian kalinya PDIP bisa berhadap-hadapan dan saling berkompetisi dengan Pak Prabowo Subianto," tegasnya.
Sebagai informasi, Prabowo dan Megawati dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan pada Sabtu (17/10/2026), bertepatan dengan momen ulang tahun Presiden.
Rencana pertemuan tersebut mencuat setelah kedua tokoh bertemu selama kurang lebih 40 menit di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, pada 28 September 2026.
Baca Juga: Karhutla Kian Parah, Prabowo dan Gibran Diminta Segera Berkantor di IKN
Saat itu, Prabowo datang secara khusus untuk menyampaikan belasungkawa dan bertakziah atas wafatnya adik kandung Megawati, Guruh Soekarnoputra.
Pertemuan lanjutan keduanya pun kini menjadi sorotan karena dinilai dapat memberi gambaran mengenai arah komunikasi dan hubungan politik antara Prabowo dan PDIP menjelang Pilpres 2029.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: